Easy Slider jQuery Plugin Demo
  • Css Template Preview
  • Css Template Preview
  • Css Template Preview
  • Css Template Preview
Selasa, 04 September 2018 - 19:45:23 WIB
Harapkan Munculnya Inovasi Bangsa, Unjani Beri Pembekalan Wawasan Industri Logam di Jawa Barat
Diposting oleh : Administrator
Kategori: seputar unjani


Harapkan Munculnya Inovasi Bangsa, Unjani Beri Pembekalan Wawasan Industri Logam di Jawa Barat
Tribun Jabar/Cipta Permana

Kegiatan bimbingan usaha industri logam di Kampus Unjani Bandung, Jalan Ters Gatot Subroto, Kota Bandung, Senin (10/8/2018) 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan wawasan akan industri logam di Jawa Barat, Fakultas Teknik Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Bandung menggelar kegiatan bimbingan usaha industri logam bagi puluhan pelaku usaha di Jawa Barat.

Para pelaku usaha tersebut berasal dari delapan wilayah kabupaten/kota meliputi, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Bogor, Kabupaten Karawang, Bekasi, dan Kabupaten Sukabumi. 
 
"Tujuan dari kegiatan ini untuk menambah wawasan para pelaku usaha untuk mengembangkan usaha industri logam. Selain itu, para pelaku usaha dapat mengetahui cara pengelolaan usaha, baik untuk permodalan maupun permasalahan pemasaran produk," ujar Rektor Unjani, Mayjen TNI, Witjaksono di Kampus Unjani Bandung, Jalan. Ters Gatot Subroto, Kota Bandung, Jumat (10/8/2018)
 
Berdasarkan pengalamannya selama di kesatuan dan pernah ditugaskan menjadi atase pertahanan sebanyak tiga kali di wilayah Kamboja, Afrika Selatan, dan Amerika Serikat. Di negara-negara tersebut keberadaan logam diperuntukan untuk kebutuhan berbeda-beda. 

"Kalau logam di Kamboja, karena disana banyak sekali ranjau dan selongsong peluru yang terbuat dari logam berukuran sangat besar, sehingga seringkali selongsong peluru itu di gunakan sebagai jembatan untuk melintasi daerah beranjau, karena kemampuannya yang dapat menghalau ledakan ranjau. Sementara di Afrika Selatan dan Amerika Serikat logam di inovasikan menjadi berbagai peralatan rumah tangga," ucapnya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap melalui pelatihan ini, generasi muda tanah air tidak kalah dalam membuat sebuah inovasi dalam meningkatkan potensi kualitas diri, terutama kalangan keluarga menengah kebawah di Jawa Barat.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag Jabar), Moh. Arifin Soedjayana mengatakan, dengan peran universitas menjadi empat unsur perpaduan yang seimbang, yakni  akademisi, pengusaha bisnis dan komunitas serta pemerintah, untuk bersinergi mengembangkan industri logam. 

"Kita coba mengajak akademisi, dengan menggandeng Unjani untuk bisa mendampingi teman-teman pengusaha kecil menengah industri logam di Jawa Barat, agar wawasan mereka terhadap  teori dan praktik semakin berkembang.

Diakuinya pengolahan yang dilakukan pengusaha lokal di Jawa Barat saat ini, masih dalam skala kecil, seperti alat pengolahan makanan (katel, alumunium), sedangkan dari sisi otomotif untuk knalpot atau velg sudah ada di wilayah Karawang.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong bagaimana kemitraan antara industri kecil dengan industri besar yang mayoritas berasal dari luar negeri ini bisa terwujud dengan baik. Salah satunya dengan keterlibatan akademisi untuk dapat membantu meningkatkan kualitas dan desain yang sesuai dengan kebutuhan industri.

"Kemungkinan karena komunikasi yang belum sesuai antara para pelaku usaha kecil dan industri besar, sehingga kualitas produk logam dari para pengusaha belum dilirik, padahal kami yakin mereka memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan para industri besar," katanya. (*) 

 
Penulis: Cipta Permana 

Editor: Yudha Maulana

 

Sumber : Tribun Jabar