Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi Siapkan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka

Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi Siapkan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka

(Humas Unjani) – Sesuai dengan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjendikti), pada tahun akademik 2020/2021  mau tidak mau/suka tidak suka kampus perguruan tinggi harus sudah menjalankan operasional perkuliahan kurikulum merdeka belajar kampus merdeka (MBKM). Hal tersebut disampaikan Sekretaris Ditjendikti Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani, M.P., (Selasa 8/9) di aula gedung FISIP Universitas Jenderal Achmad Yani dalam rangka memberikan pembekalan/bimbingan teknis kepada sivitas akademika Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi. Dalam kesempatan tersebut ibu Sesditjen Dikti bersama Rektor Universitas Jenderal A. Yani Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., L.L.M., Ph.D., Ketua BPH Yayasan Kartika Eka Paksi, Brigjen (Purn.) Ferdinan Setiawan, dan Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Agus Subagyo, S.I.P., M.Si., me launching  kurikulum MBKM.

Rektor dalam sambutannya menyampaikan penghargaan setinggi tingginya atas kehadiran ibu Sesditjen Dikti, dalam memberikan bimbingan teknis MBKM di kampus Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi. Dalam pidatonya rektor memaparkan konsep grand design pengembangan kampus universitas jenderal Achmad Yani Cimahi yang akan dicapai dalam waktu 4 tahun kedepan secara bertahap. Sebagaimana diketahui bahwa konsep grand design Universitas Jenderal Achmad Yani tersebut adalah smart digital campus yang mana saat ini sudah sampai pada tahap persetujuan oleh KASAD Jenderal TNI Andika Perkasa, selaku ketua dewan pembina Yayasan Kartika Eka Paksi, dimana yang menjadi pelaksana konstruksi pembangunannya adalah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. dan Bank BNI sebagai project financing facility. Rektor juga mengungkapkan dalam waktu dekat akan segera dimulai pembangunan gedung ICT 4 lantai beserta fasilitasnya, dimana PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. telah terpilih menjadi leader sebagai pengembang. Dengan adanya gedung ICT tersebut diharapkan Universitas Jenderal Achmad Yani dapat melaksanakan learning manajement system (LMS) secara terintegrasi dan terpadu, guna mendukung pelaksanaan MBKM, “ungkap rektor”.

Sementara itu Ibu Sesditjen Dikti mengupas tuntas tentang kreatifitas apa yang harus dilakukan, dan bagaimana mencapai target setiap pergurun tinggi dalam menghadapi masalah-masalah kebijakan MBKM, yang disampaikan beliau  dalam memberikan bimbingan teknis penyusunan kurikulum MBKM tersebut. Melihat prospek pengembangan smart digital campus yang dipaparkan rektor dalam sambutannya, Ibu Sesditjen Dikti memberikan motivasi optimistis, “kelak Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi dapat tegak sejajar dengan PTN-PTN unggulan Indonesia, bahkan bisa menjadi yang terbaik di Asia Tenggera hingga Asia”, ungkap beliau.

Pembekalan/bimbingan teknis penyusunan kurikulum MBKM tersebut diikuti jajaran Wakil Rektor, Ketua SPM, SPI dan LPPM, para Dekan Fakultas, para Wakil Dekan I bidang akademik para Ketua Program Studi dan Sekreatir Prodi, para Kabag TU dan Kasubag akademik unit kerja dilingkungan Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi.(Suhaeli/Suhaeli)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *