Fakultas Kedokteran Univ. Jenderal A. Yani Gelar Pelatihan Siaga Bencana

Fakultas Kedokteran Univ. Jenderal A. Yani Gelar Pelatihan Siaga Bencana

(Humas Unjani) – Guna mengetahui informasi tentang potensi bencana alam terkini, dan kesiap siagaan dalam menghadapinya, Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat) simulalasi siaga bencana bagi warga Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi yang bekerjasama dengan Badan Nasional  Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat selama 3 hari, (20-22/10).

Kegiatan diklat simulasi siaga bencana tersebut dibuka secara daring/online oleh Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., L.L.M., Ph.D., (selasa 20/10) lalu, yang diikuti 5 orang perwakilan dosen dan tenaga kependidikan dari tiap fakultas dan unit kerja dilingkungan Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi, dengan narasumber dari BNPB pusat.  Selama 3 hari tersebut peserta mendapatkan materi diklat antara lain pengenalan berbagai bencana, konsep-konsep terstandar penanggulangan bencana, manajemen bencana dan penanggulangan bencana, tim reaksi cepat, penanganan kedaruratan bidang kesehatan, bidang logistik, bidang penyelamatan pengungsi, monitoring dan evaluasi tanggap darurat bencana, dan berbagai potensi serta kemungkinan lainnya.

Ketua pelaksana diklat dr. Fransiska Ambarukmi M.Kes., saat dikonfirmasi pada sesi akhir diklat (22/10), menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan pengabdian masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani guna memberikan edukasi tentang penanggulangan dan kesiap siagaan jika terjadi bencana khususnya di lingkungan Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi, dan umumnya bagi masyarakat sekitar lingkungan domisili dimana para peserta diklat tinggal. Diharapkan dari hasil mengikuti diklat siaga bencana tersebut peserta dapat menjadi “penggerak” dalam mensosialisasikannya dilingkungan Fakultas masing-masing maupun dilingkungan masarakat (tempat tinggal) masing-masing, ungkap Fransiska.

Lebih jauh Fransiska menambahkan, dari hasil diklat tersebut juga diharapkan segera dibentuk tim/satgas “system mitigasi siaga bencana kampus”, yang akan menyusun prosedur/SOP yang sesuai, sehingga dapat menjadi prototipe bagi kampus-kampus yang ada di Jawa Barat.

Sementara itu, narasumber dari BNPB/ Widyaiswara Ahli Utama, dr. Bagus Tjahjono, MPH., yang berkesempatan hadir di kampus Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi antara lain mengatakan tujuan diklat adalah untuk meningkatkan kapasitas kesiap siagaan, sehingga tau apa yang akan diperbuat sat terjadi bencana khususnya dilingkungan kampus Universitas jenderal Achmad Yani. Selain itu, untuk membangun kesadaran membuat produk aturan rencana konfidensi, prosedur/SOP siaga bencana yang disesuaikan dengan kampus. Universitas Jenderal Achmad Yani menurut beliau dinilai baik dalam merespon membangun kesadaran, semangat dan optimisme, teruslah berlatih/melaksanakan simulasi terhadap rencana konfidensi yang telah disusun, serta melengkapi sarana dan prasarana yang belum ada. (Suhaeli/Suhaeli)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *