Prodi Kimia Universitas Jenderal Achmad Yani – LPPM ITB – HKI Jabar-Banten Adakan Bakti Sosial Bersama

Prodi Kimia Universitas Jenderal Achmad Yani – LPPM ITB – HKI Jabar-Banten Adakan Bakti Sosial Bersama

(Humas Unjani) – Para dosen dilingkungan Program Studi Kimia Fakultas Sains dan Informatika Universitas Jenderal Achmad Yani bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITB (LPPM ITB) dan Himpunan Kimia Indonesia (HKI) Jawa Barat-Banten, mengadakan bakti sosial pengabdian masyarakat di Desa Kersamaju, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, (Sabtu 24/10). Kegiatan bersama tersebut bertujuan memberikan pembelajaran dalam bentuk pelatihan kepada masyarakat RT 02 RW 01 khusunya yang tinggal dibantaran sungai Ciwulan yang memanfaatan air sungai untuk kehidupan sehari-hari. Dalam rilis yang diterima dari dosen Kimia Universitas Jenderal Achmad Yani Dr. Arie Hardian S.Si., M.Si., yang  turut ke lokasi menuturkan, dengan menerapkan Ilmu Kimia sederhana di lingkungan perairan, masyarakat dapat mengenal dampak dan mengidentifikasi pencemaran air. Edukasi identifikasi parameter kualitas air tercemar sederhana seperti PH, warna, bau, dan rasa dapat disosialisasikan dilingkungan masyarakat desa melalui Karang Taruna sebagai pionir dan agen kreatif untuk kemajuan desa. Diharapkan masyarakat memiliki argumentasi dalam memutuskan kelayakan kualitas air yang dikonsumsi, terutama pada masyarakat yang tinggal di bantaran sungai.

Selain itu, edukasi penerapan protokol kesehatan di masa pandemi seperti sekarang juga perlu diberikan pada masyarakat di pedesaan dikarenakan sarana dan prasarana edukasi yang tersedia di desa masih kurang. Edukasi penerapan ilmu Kimia yang diberikan berupa pembuatan handsanitizer dan sabun cair akan membantu masyarakat secara mandiri dalam menerapkan protokol kesehatan, melalui pembiasaan mencuci tangan dan penggunaan handsanitizer dalam mencegah dampak penyebaran virus Corona. Manfaat lainnya bagi masyarakat yaitu dapat memberdayakan perekonomian secara mandiri dengan memasarkan produk handsanitizer dan sabun cair tersebut.

Kegiatan sosialisasi dampak dan identifikasi air yang tercemar, serta pelatihan pembuatan handsanitizer dan sabun cair yang melibatkan kolaborasi kerjasama antara Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITB yang diwakili oleh Dr. Muhammad Yudhistira Azis, Jurusan Kimia Fakultas Sains dan Informatika (FSI) Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi, Himpunan Kimia Indonesia cabang Jawa Barat-Banten, dan HMK Amisca ITB tersebut yang bagi masyarakat Karang Taruna Harapan Jaya, Desa Kersamaju yang bermukim di bantaran sungai Ciwulan, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya tersebut yaitu; penyuluhan, sosialisasi, dan pelatihan, pembuatan handsanitizer dan sabun cair aromaterapi, pengenalan percobaan Kimia sederhana kepada anak-anak sekolah, instalasi depot air layak minum untuk masyarakat.

Kegiatan tersebut melibatkan 20 orang masyarakat Karang Taruna Harapan Jaya RT02 RW 01 dengan penerapan protokol kesehatan ketat. Selain Karang Taruna, puluhan anak-anak sekolah juga diberikan pengenalan percobaan Kimia sederhana yang bisa mereka temukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti pembuatan balon gas hidrogen, pencampuran logam besi dengan asam yang menghasilkan gas hidrogen, dan lain sebagainya. Sehingga anak-anak menjadi lebih mengenal ilmu Kimia di kehidupan sehari-hari. Antusiasme masyarakat tampak sangat besar dalam mengikuti kegiatan ini. Sebagai tambahan, adanya depot instalasi air minum untuk masyarakat dari LPPM ITB dan Himpunan Kimia Indonesia diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat setempat.

Dari kegiatan ini, masyarakat Karang Taruna dan anak-anak sekolah setempat mendapatkan berbagai wawasan baru. Informasi yang diberikan dirancang agar mudah dipahami oleh masyarakat dengan latar belakang pendidikan yang berbeda-beda. Diharapkan hal ini dapat diterapkan di lingkungan desa guna menunjang kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan protokol kesehatan selama pandemi. Kepala Desa Kersamaju, Enuh Nuhdin, SIP., mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang baru pertama kalinya diadakan, dimana para akademisi berkolaborasi membantu masyarakat desa. Topik edukasi masyarakat desa mengenai ilmu Kimia sederhana sangat membantu dalam menambah wawasan dan kepedulian masyarakat setempat. Diharapkan untuk kedepannya, kegiatan yang sejenis atau yang berbeda dengan skala lebih besar untuk seluruh masyarakat dapat diberikan setelah pandemi berakhir. Kegiatan ini memang merupakan inisiasi awal dari berbagai elemen akademisi dan mahasiswa dalam membuat suatu desa binaan bersama, sehingga akan banyak universitas dan instansi lain yang dapat bergabung menjadikan desa ini sebagai desa binaan bersama dan percontohan untuk desa lainnya, ungkap ketua pelaksana kegiatan, Dr. Muhammad Yudhistira Azis. (Suhaeli/Suhaeli)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *