KASAD Launching Pembangunan Smart Campus Universitas Jenderal Achmad Yani

KASAD Launching Pembangunan Smart Campus Universitas Jenderal Achmad Yani

(Humas Unjani) – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Kartika Eka Paksi (YKEP) me launching pembangunan kampus Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi, Selasa (22/12) lalu di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad) Jalan Veteran No. 5 Jakarta. Acara launching tersebut bersamaan dengan rangkaian kegiatan/ acara HUT ke-59 Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad), Peringatan ke-92 Hari Ibu tahun 2020, launching  Brilink dan Perta shop, dan kerjasama pengelolaan perumahan prajurit TNI AD.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ibu Hetty Andika Perkasa, para pejabat teras terkait dilingkungan TNI AD, antara lain Pangkostrad, Komandan Kodiklat, Seskoad, Kepala Rumah Sakit Gatot Subroto, Irjenad, Koord. Staf Ahli Kasad, Pangdam Jaya, Pangdam III/Siliwangi, Ketua Pengurus YKEP, Letjen (Purn) Tatang Sulaiman, para pimpinan perbankan; BNI, BRI, BTN, Dirut PT Telkom, Ririek Adriansyah, Pimpinan PT Wijaya Karya, Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., L.L.M., Ph.D., yang didampingi Wakil Rektor 1,2dan 3, serta jajaran Dekan Fakultas, Ketua SPM, Ketua SPI, perwakilan Mahasiswa, serta para undangan lainnya. Turut hadir pula para mantan Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani, antara lain Mayjen (Purn) Heriyono, M.Psi., Prof. Dr. Bambang Sutjiatmo, Ir., Dipl.Ing., M.Sc., Mayjen (Purn) Witjaksono, M.Sc., NSS.

Acara diawali dengan sambutan Bapak Kasad bersama Ibu Hetty Andika Perkasa yang menyapa semua pejabat yang hadir, dan menjelaskan bahwa acara tersebut juga turut  dihadiri puluhan ribu prajurit TNI AD di seluruh Indonesia secara virtual melalui media sosial. Selanjutnya bapak Kasad mengajak kapada semua hadirin untuk menyaksikan tampilan videotron acara utama, yakni memperingati “Hari Ibu”.

Ketua Pengurus YKEP dalam sambutannya dihadapan semua yang hadir secara fisik dan virtual, menceritakan bahwa awalnya hanya ingin membangun Gedung ICT saja sekitar 130 M, namun hampir selama 7 bulan ini banyak sekali pertemuan-pertemuan dengan Bapak Kasad dan para pihak terkait, sehingga lahir ide-ide dan gagasan dari Bapak Kasad, keinginan Bapak Rektor, dan keinginan YKEP, untuk mengembangkan  Universitas Jenderal Achmad Yani, baik secara fisik maupun visi dan misi akademik yang berkualitas, dikenal secara Nasional dan Internasional, serta memiliki dukungan  Information and communications technology (ICT) yang handal dan kekinian, maka lahirlah konsep smart campus  dan the new Universitas Jenderal Achmad Yani dengan biaya sekitar 1,5 T., ungkap Tatang Sulaiman. Selanjutnya dijelaskan beliau juga bahwa YKEP hadir untuk membantu kasad dalam  mewujudkan kesejahteraan dibidang pendidikan, moral keagamaan dan sosial kemanusiaan, sebagai bentuk kepedulian. Dengan dibangunnya smart campus the new Universitas Jenderal Achmad Yani, maka para lulusan nantinya akan memiliki kompetensi, daya saing dan unggul, sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mengisi formasi di TNI AD. Selain itu Ketua Pengurus YKEP juga menandatangani nota kesepahaman bersama (MoU) dengan pihak Bank BTN, dan PT Wijaya Karya untuk pembangunan rumah prajurit, dengan konsep yang disenangi, bagus (rasa real estatate), dan  bernilai ekonomis. Di akhir sambutannya

Beliau berharap kerjasama dengan Wika, Telkom dan BNI yang sudah di tandatangani dapat segera terwujud.

Dalam kesempatan yang sama, dengan di launching nya pembangunan smart campus the new Universitas Jenderal Achmad Yani, maka Rektor mengumumkan dihadapan Bapak Kasad dan semua yang hadir bahwa Universitas Jenderal Achmad Yani menjadi “hybrid university” sekaligus “open university” yang melaksanakan pembelajaran jarak jauh melalui ICT dan tatap muka. Lebih jauh Rektor menjelaskan dengan sistem teknologi yang akan dibangun maka Universitas Jenderal Achmad Yani dapat menerima mahasiswa dari seluruh wilayah Indonesia dengan menjalin kerjasama dengan Kodam-Kodam ataupun instansi TNI AD yang ada di seluruh wilayah  Indonesia. Selain itu, para Mahasiswa juga akan mendapat ilmu pengetahuan dari para dosen perguruan tinggi terkemuka luar negeri. Efek positif lain dari pembangunan system ICT tersebut adalah adanya kesempatan bagi para prajurit  TNI AD diseluruh wilayah Indonesia untuk studi lanjut, meskipun mereka sedang bertugas dihutan, di daerah perbatasan, dll. (Suhaeli/Suhaeli)                   

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *