Fakultas Kedokteran Univ. Jenderal A. Yani Siapkan Pusat Riset Internasional

Fakultas Kedokteran Univ. Jenderal A. Yani Siapkan Pusat Riset Internasional

(Humas Unjani) – Seorang Alumni Fakultas Kedokteran (FK) Univeresitas Jenderal Achmad Yani, dr. Arief Wibowo, Ph.D., (ahli cardiovascular) yang telah berhasil menorehkan prestasi internasional dibidang riset ilmu kedokteran, dan menerima “King Baudouin Award” dari King Baudouin Foundation, Yayasan di bawah pengawasan Ratu Belgia sebagai Honorary President di bidang kardiovaskular di Brussels,Belgia, datang bersilaturahmi dengan Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi Prof. Hikmahanto, Juwana, S.H., L.L.M., Ph.D., Rabu (23/12), dan diterima di ruang rapat pimpinan Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi.

Hadir mendampingi Rektor, Wakil Rektor III, dr. Dewi Ratih Handayani, M.Kes., Kabid Penelitian LPPM, PYM Wibowo Ndaruhadi, S.T., M.T., Dekan FK, Dr. Sutrisno, dr., S.H., MARS., M.H., Kes., Wakil Dekan III FK, dr. Sylvia Mustika Sari, M.Med., Ed., Wakil Dekan I FK, dr. Yudith Yunia, Sp.PD., M.Kes., Kaprodi kedokteran dr. Djajasasmita, Sp.S., serta para dosen, antara lain Dr. Sayu Putu Yuni Paryati, drh., M.Si., dan Khomaini Hsan, PhD.

Rektor menyambut hangat dan bangga atas prestasi yang diraih alumni, khususnya dalam bidang riset bereputasi internasional, tentunya ini sejalan dengan visi dan misi smart campus  the new Universitas Jenderal Achmad Yani yang baru saja di launching oleh bapak Kasad Selasa (22/12) lalu, ungkap Rektor.

Dalam kesempatan tersebut dr. Arief dan teman-teman sekerja beliu, presentasikan berbagai aktifitas riset yang telah dilakukan dan saat ini dilakukan yang bekerjasama dengan berbagai Universitas di luar negeri, antara lain Maastricht University, Katholieke Universiteit Leuven (K.U. Leuven) Belgia, CHARITE’ Universitat Medizin Berlin, dan Univesity of Cambridge, dan berbagai universitas lain, dalam bidang Biomedical Sciences and Nanotechnology, yang meliputi : Cardiovascular Sciences, emergency Medicine, dan Bio-Nano Center. Selain itu, dr. Arief juga menyampaikan tentang pengembangan perangkat bioplatform untuk koleksi dan analisis “eksosom” dari sampel urin dan plasma untuk diagnosis penyakit jantung. Kemudian dalam suasana diskusi, berlangsung sangat interaktif khususnya saat dr. Arief menyampaikan konsep disain pengembangan pusat riset  healthcare ecosystem di tahun  2030,  yang harus dimiliki Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani.

Rektor menyambut baik konsep yang dipresentasikan, dan berjanji akan membawa hal tersebut kedalam forum Ketua Dewan Pembina Yayasan Kartika Eka Paksi, karena sangat kuat keterkaitannya dengan pengembangan smart campus, hybrid university dan open university, yang sudah di launching, ucap Rektor. (Suhaeli/Suhaeli)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *