Launching Pascasarjana HI, Dr. Dino Patti Djalal, M.A., dan Dr. Conie Rahakundini Bakrie Berikan Kuliah Perdana

Launching Pascasarjana HI, Dr. Dino Patti Djalal, M.A., dan Dr. Conie Rahakundini Bakrie Berikan Kuliah Perdana

(Humas Unjani) – Pascasarjana Program Studi (Prodi) Magister Hubungan Internasional FISIP Universitas Jenderal Achmad Yani, yang SK bedirinya telah diserahkan oleh Mendikbud melalui Kepala LLDIKTI Wilayah IV Prof. Dr. Uman Seherman, M.Pd., pada Jum’at lalu (15/01), dilaunching secara resmi oleh Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi, Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., L.L.M., Ph.D., Selasa (26/01) di Gedung Jenderal TNI Mulyono FISIP.

Dr. Dino Patti Djalal, M.A., kelahiran Beograd, Yugoslavia, yang meraih gelar doktor bidang hubungan internasional di London School of Economics and Political Science (LSE), Britania Raya, London, United Kingdom. Pernah sebagai Duta Besar Indonesia di Amerika Serikat, dan pernah menjadi Wakil Menteri Luar Negeri era pemerintahan Presiden SBY tersebut diminta Rektor sebagai Ketua Program Studi Pascasarjana Magister Hubungan Intrnasional (HI). Dalam kesempatan tersebut Beliau memberikan kuliah perdana secara daring dihadapan 41 Mahasiswa yang hadir secara daring dan luring. Dalam testimoninya saat launching menceritakan pengalaman saat menjadi duta besar di Amerika Serikat dimana KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) awalnya banyak masalah, setelah 3 tahun kemudian dinyatakan menjadi salah satu KBRI Indonesia terbaik, banyak orang bertanya itu kepada saya kenapa bisa, saya katakan simpel saja sejak hari pertama saya datang kesana saya meminta agar ruang KBRI itu menjadi ruang yang kaya dengan gerakan kualitas, dan Ide-ide tidak perlu datangnya dari mana, tidak ada hirarki, sepanjang ide itu bagus dan berbobot bisa diimplementasikan dan menambah nilai, maka ide itu akan menjadi kebijakan KBRI. Jadi atas dasar itulah KBRI Washington dulu cukup maju dan melesat. Ini yang pingin kita lihat di Program Studi Magister Hubungan Internasional Universitas Jenderal Achmad Yani. Suatu lingkungan yang kaya intelektualitas, dimana dosen-dosennya selalu berusaha untuk mencari ilmu menambah ilmu yang up to date, tapi juga mahasiswanya yang datang bukan hanya untuk mencari “gelar” walaupun gelar itu sangat penting, tapi menjadi orang yang obsesi terhadap ilmu “pendekar ilmu” yang selalu mencari update yang paling mutakhir perkembangan-perkembangan ilmu Hubungan Internasional, antara lain ungkap Beliau.

Dikesempatan yang sama, Dosen Magister Hubungan Internasional FISIP Univ. Jenderal Achmad Yani, yang juga pengamat militer, Dr. Conie Rahakundini Bakrie dalam testimoninya yg dibacakan langsung mengatakan karakter yang akan dibangun adalah “selalu berpikir kasus per kasus seperti Harvard, selalu berpikir holistik seperti MIT, selalu menggunakan apa yang ada seperti Tokyo Daibo”. Lalu apa karakter yang hendak dibangun oleh Universitas Jenderal Achmad Yani, utamanya MHI, mari kita kembalikan kepada karakter seorang “Jenderal TNI Anumerta  Achmad Yani”. Seorang perwira mantan KNIL, dan tahukah saudara -saudara/adik-adik mahasiswa apa karakter dari perwira KNIL, (akademi militer kerajaan Breda, Belanda), Achmad Yani, seperti juga ex KNIL lainnya Nasution, TB Simatupang, tercipta menjadi seorang “konseptor”. Kolonel Alexander Evert    Kawilarang mendirikan kesatuan komando Kesko TT di Batujajar, sekarang menjadi cikal bakal Kopassus yang melegendaris hingga saat ini. Maka, Achmad Yani  mendirikan unit The Banteng Raiders yang menjadi andalan TNI AD, yang menumpas berbagai pemberontakan dengan skill ilmu tinggi dan selalu mampu menggunakan strategi tak terduga. Inilah karakter yang bersama UNJANI ingin saya bangun dan tanamkan. Karakter seorang Jenderal Anumerta Achmad Yani, yaitu karakter out of the box, holistik dan inovatif. Tantangan di era hari kita  kedepan semakin dinamis, menantang dan kompleks, memerlukan generasi yang berani memberikan solusi futuristik, berinovasi tinggi. Berperan bersama melakukan lompatan kebutuhan, lompatan untuk mendahului bangsa-bangsa lain. Untuk menjawab itu, “I promise you, if you nevergard ability”, bersama di UNJANI saat ini, dipimpin seorang Rektor hebat, Guru Besar Hukum Internasional, berwawasan sangat luas, tokoh, guru, senior, sekaligus dan sahabat saya, Prof. Hikmahanto Juwana, the dean and the bouty, termasuk Kaprodi kita yang hebat Ambasador Dr. Dino Patti Djalal, sangat mungkin menjadikan target-target tersebut menjadi nyata. Kurikulum Hubungan Internasional UNJANI, akan menjadi pusat pendidikan yang mampu menitik beratkan, bukan saja pada diplomasi, negosiasi, hukum internasional, dinamika geostrategi, penanganan batas lintas negara, pertahanan, keamanan, tata kelola strategis kawasan, perang modern, serta geopolitik kemaritiman, kedirgantaraan, dan kemayaman yang belum pernah didalami dikampus lain manapun ditanah air. Dan saya berjanji bersama-sama UNJANI akan membawa adik-adik, saudara-saudara sekalian menjadi generasi unggul Bangsa Indonesia.

Sementara itu, Rektor dalam sambutannya antara lain mengatakan bagaimana membuat Magister Hubungan Internasional, FISIP, bahkan Universitas Jenderal Achmad Yani dikenal, tidak hanya di Indonesia tapi juga di luar negeri, oleh karena itu saya mengundang sahabat-sahabat saya, mengundang Duta Besar Dr. Dino Patti Djalal,  mengundang Dr. Conie Bakrie, mengundang Dr. Velix Wanggai, yang sudah punya nama di Indonesia bahkan di dunia internasional. Jadi saya mohon kepada  ke tiga sahabat sayaini untuk juga menggendong nama “Universitas Jenderal Achmad Yani”, disamping memberikan ilmu yang dimiliki sebagai dosen. Harapan Rektor, ketika Beliau-Beliau diundang diluar negeri sebagai pembicara, paling tidak dapat menyebut Universitas jenderal Achmad Yani, dan sebagai dosen MHI FISIP. Kami juga sedang mengupayakan Beliau-Beliau untuk memperoleh Jabatan akademik tertinggi “Profesor”, di Universitas Jenderal Achmad Yani, dan hingga kelak menjadi Guru Besar di Universitas Jenderal Achmad Yani, ucap Rektor.

Acara launching MHI tersebut turut dihadiri oleh Ketua BPH Unjani-YKEP, Brigjen (Purn) Dr. Chairussani Abbas, S.I.P., M.Si., Wakil Rektor 1, 2, dan 3,  Ketua SPM., Ketua SPI, Ketua LPPM, para Dekan Fakultas, para para Kepala Biro, para Wakil Dekan dan para Kaprodi  dilingkungan FISIP. Saat dikonfirmasi tentang kesiapan kurikulum dan dosen MHI, Dekan FISIP Dr. Agus Subagyo, S.I.P., M.Si., mengatakan kita sudah siap untuk melaksanakan secara hybrid, (pembelajaran jarak jauh dan tatap muka). Tentang dosen seperti dikatan pa Rektor kita sudah siap, tentunya dibantu pa Rektor dan sahabat-sahabat Beliau, ungkap Agus. (Suhaeli/Suhaeli)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *