Penandatangan Naskah MoU antara Universitas Jenderal Achmad Yani dengan PT. Pindad Enginering Indonesia

Penandatangan Naskah MoU antara Universitas Jenderal Achmad Yani dengan PT. Pindad Enginering Indonesia

(Humas Unjani) – Direktur Utama (Dirut) PT. Pindad Enginering Indonesia, Sena Maulana S.Sn. M.ST. berkunjung ke Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi. Kunjungan tersebut dilakukan pada hari Kamis (04/02/2021) dalam rangka penandatanganan kerja sama (MoU) antara Universitas Jenderal Achmad Yani dengan PT Pindad Enginering Indonesia. Acara tersebut dihadiri oleh Rektor Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., L.L.M., Ph.D., Ketua BPH , Brigjen (Purn) Dr. Chairussani Abbas, S.I.P., M.Si., Wakil Rektor 2, Dr. Asep Kurniawan, SE., MT., ASCA., CHRA, Wakil Rektor 3, dr. Dewi Ratih Handayani, M.Kes., Dekan Fakultas Kedokteran (FK), Dr. Sutrisno, dr., S.H., MARS., M.H., Kes., Wakil Dekan III FK, dr. Sylvia Mustika Sari, M.Med., Ed., Kepala Kemahasiswaan Kerjasama dan Alumni, Dr. Arlan Siddha, S.I.P., M.A., dan para Kabag terkait.

Dalam sesi pertama rangkaian acara tersebut mengemukakan bahwa kerjasama yang dilakukan Unjani dengan PT Pindad Enginering Indonesia merupakan langkah yang sangat baik. Hal tersebut menurutnya memang seharusnya bisa dilakukan oleh sebuah universitas dengan perusahaan dalam rangka memajukan universitas itu sendiri. Bahkan, beliau berujar Universitas Jenderal Achmad Yani bisa menjadi universitas yang triple helix (Universitas, Industri dan Pemerintah).

Selain itu, beliau menyampaikan bahwa kedepannya Universitas Jenderal Achmad Yani akan memiliki perseroan terbatas yang kemudian dapat menghasilkan profit. Dengan demikian, Universitas Jenderal Achmad Yani tidak hanya mendapatkan profit dari SPP atau BOP mahasiswa semata. Lebih lanjut, beliau menyampaikan dalam hal kerja sama tersebut dapat menghasilkan suatu karya atau produk seperti mesin ventilator yang sebelumnya direncanakan, khususnya dengan FK. Mengingat, di masa pandemi seperti saat ini ventilator begitu sangat dibutuhkan. Namun, beliau juga berharap PT Pindad Enginering Indonesia bisa kerja sama dengan Fakultas Teknik Manufaktur (FTM) juga, yang kebetulan mahasiswanya sedang melakukan proyek pembuatan Special Military Purpose Machinery.

Sementara itu, di sesi selanjutnya Dekan FK, Sutrisno menyampaikan bahwa Universitas Jenderal Achmad Yani harus dapat bekerja sama dengan PT Pindad Enginering Indonesia. Beliau pun mengemukakan bahwa dirinya telah mengumpulkan dispora-dispora di luar negeri untuk melakukan penelitian yang kemudian dapat diaplikasikan khususnya dalam proyek pembuatan mesin ventilator. Namun, beliau juga menyampaikan bahwa masih banyak yang dapat dikembangkan, dalam arti tidak hanya dalam ventilator semata. Selebihnya, beliau berharap kerja sama ini dapat menjadi pemicu yang akan menjadikan Universitas Jenderal Achmad Yani lebih maju.

Sedangkan, Dirut PT Pindad Enginering Indonesia, Sena Maulana S.Sn. M.ST., memandang kerja sama ini sebagai suatu inovasi yang sangat baik, bahkan seharusnya PT Pindad dapat sebanyak mungkin mencari partner dalam hal teknologi. Beliau menyebutkan bahwa PT Pindad memang utamanya memproduksi alutsista. Namun, menurutnya dengan semakin berkembangnya zaman, tantangan dan ancaman pun semakin ikut berkembang. Untuk menghadapi hal tersebut PT Pindad berusaha mengembangkan produksinya tidak hanya di alutsista semata, melainkan bisa mengembangkan ke produk lain seperti contohnya alat kesehatan. Berkaitan dengan hal tersebut, di masa pandemi Covid-19 ini PT Pindad telah memproduksi seribu mesin ventilator (ventilator emergency) yang sudah diaplikasikan di seluruh rumah sakit dibawah naungan TNI di Indonesia.

Reporter: Didi Sopiyan (Jurusan Hubungan Internasional Angkatan 2018)
Editor: Suhaeli (Humas Unjani)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *