Universitas Jenderal Achmad Yani Mempersiapkan Akreditasi Prodi Unggul Melalui Akreditasi Internasional AQAS

Universitas Jenderal Achmad Yani Mempersiapkan Akreditasi Prodi Unggul Melalui Akreditasi Internasional AQAS

(Humas Unjani) – Satuan Penjaminan Mutu (SPM) Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) pada Rabu (17/2) menyelenggarakan kegiatan webinar dengan topik Persiapan Akreditasi Prodi Unggul Melalui Akreditasi Internasional AQAS. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani, Prof. Hikmahanto Juwana, SH., LL.M., Ph.D., beserta jajarannya dan para Ketua Program Studi (Prodi), baik secara online maupun offline di Gedung Rektorat. Selain itu, kegiatan ini dihadiri juga oleh beberapa Ketua Prodi dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Kegiatan webinar ini diselenggarakan dalam rangka sosialisasi akreditasi internasional yang merupakan upaya peningkatan akreditasi prodi, institusi, dan universitas. Awal pelaksanaanya telah dilakukan pada Desember tahun lalu, yang berkaitan dengan pelatihan untuk pengisian laporan kinerja prodi jalur akreditasi BAN PT.

Tidak hanya itu, alasan dilakukan sosialisasi tersebut adalah sebagai upaya Universitas Jenderal Achmad Yani meraih akreditasi internasional, baik dalam penilaian program studi atau pun institusi. Namun, sebuah universitas harus memiliki 30% prodi yang terakreditasi A sebagai persyaratan mendapatkan akreditasi internasional tersebut. Oleh sebab itu, Universitas Jenderal Achmad Yani perlu memiliki 4 prodi dengan akreditasi A. Sementara itu, Universitas Jenderal Achmad Yani memiliki 21 prodi, dan hanya 3 prodi yang telah terakreditasi A, sementara 19 prodi lainnya terakreditasi B.

Dengan demikian, Rektor pun berujar bahwa Universitas Jenderal Achmad Yani sudah seharusnya take off untuk mengejar ketertinggalan tersebut. Pada kesempatan ini juga Rektor menyampaikan kepada setiap Ketua Prodi di Universitas Jenderal Achmad Yani yang hadir di kegiatan tersebut, untuk tidak main-main dalam membangun universitas, karena menurutnya, untuk melakukan peningkatan demi peningkatan dibutuhkan sinergitas dari seluruh Civitas Akademik, ujar Rektor.

Dalam sesi sharing, Ketua Prodi Manajemen UPI, DrHeny Hendrayati, S.IP., MM,. menjelaskan bahwa Prodi perlu akreditasi internasional sebagai bentuk pengakuan di mata internasional. Hal itu dilandasi bahwa akreditasi internasional Prodi merupakan salah satu media strategis karena menunjukan kualitas outcome pendidikan. Beliau juga memaparkan mengapa akreditasi internasional penting. Menurutnya, hal tersebut sebagai penjaminan mutu dalam bidang pendidikan, peningkatan branding, pengakuan dari pemerintah, pengakuan masyarakat, lulusan yang berkualitas dengan standar internasional, jaminan proses produk memenuhi standar tinggi.

Heny pun menceritakan ketika UPI melakukan registrasi harus memiliki 27.300 euro atau jika dirupiahkan sebesar 450 juta rupiah untuk single accreditation programme dalam satu program studi, tapi jika cluster acccreditation programme biayanya adalah 38.530 euro atau sebesar 650 juta rupiah untuk 4 prodi. Dalam hal ini, akreditasi internasional dari AQAS dapat berlaku selama 6 tahun. Mengenai bagaimana proses mendapatkan akreditasi internasional dari AQAS, dilakukan secara objektif oleh panel expert dari Jerman yang merupakan tim ahli sesuai bidang prodi, perwakilan pengguna lulusan dan perwakilan mahasiswa.

Dalam sesi wawancara Heny menjelaskan bahwa proses akreditasi AQAS tidak sama dengan BAN PT. Dalam penilaian akreditasi, AQAS lebih kepada kualitatif, tetapi untuk BAN PT lebih terhadap kuantitatif. Proses akreditasi internasional AQAS tidak harus memiliki akreditasi yang sama dalam prodi yang berbeda, melainkan boleh berbeda. Misalkan, prodi 1 terakreditasi A dan prodi 2 terakreditasi B, ujar Heny.

Reporter: Andica Tri Pamungkas (Jurusan Hubungan Internasional 2018)

Editor: Didi Sopiyan (Jurusan Hubungan Internasional 2018)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *