Justitia Training Center Lakukan Penjajakan ke Universitas Jenderal Achmad Yani

Justitia Training Center Lakukan Penjajakan ke Universitas Jenderal Achmad Yani

(Humas Unjani) – Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), Justitia Training Center berkunjung ke Universitas Jenderal A. Yani, Cimahi dalam rangka penjajakan kerjasama. Penjajakan tersebut dilakukan di Ruang Rapat Rektorat pada Selasa (9/3/2021) sore. Kegiatan ini turut mengundang Ketua Badan Pengawas Harian (BPH), Brigjen (Purn) Dr. Chairussani Abbas, S.I.P., M.Si., Rektor Universitas Jenderal A. Yani, Prof. Hikmahanto Juwana, SH., LL.M., Ph.D., para Wakil Rektor, para Dekan Fakultas, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. Arlan Siddha, S.I.P., M.A., Kepala Biro Akademik, Dr. Lukman Munawar Fauzi, S.IP., M.Si., Kepala Bagian Kerjasama Eksternal, I Wayan Aditya Harikesa, S.IP., M.Si., Kepala Bagian Kemahasiswaan, Dr. Mochamad Vrans Romi, S.E., M.M., CHRA, dan Kepala Bagian Humas, apt. Akhirul Kahfi Syam, S.Farm., M.Si.

Dalam hal ini, Justitia Training Center merupakan sebuah lembaga di bidang hukum yang menyediakan pelatihan hukum, yang mana hasil dari pelatihan tersebut tak hanya mendapatkan ilmu hukum, tetapi juga mendapatkan sertifikat kompetensi. Dengan demikian, Rektor pun menyampaikan bahwa hal tersebut perlu untuk mahasiswa, karena untuk lulus program studi S1 diperlukan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).

“..karena sekarang ini, dituntut mahasiswa itu harus punya kompetensi, bahkan sekarang ini untuk lulus S1 harus mempunyai SKPI, Surat Keterangan Pendamping Ijazah..” imbuhnya.

Lebih lanjut, Rektor menginginkan mahasiswa Universitas Jenderal A. Yani memiliki kompetensi ketika sudah menyelesaikan studi sehingga akan siap dalam menghadapi dunia kerja.

“..Saya ingin mahasiswa kita dari Universitas Jenderal A. Yani ini ketika mereka sudah menyelesaikan studi itu mereka juga sudah punya kompetensi-kompetensi sehingga mereka akan siap pakai, kira-kira seperti itu.” paparnya.

Penjajakan ini dihadiri oleh Presiden Direktur Justitia Training Center, Andriansyah Tiawarman K, S.H., M.H., CCD., CMLC, yang juga didampingi timnya. Dalam pemaparannya, Andri mengungkapkan niatnya melakukan kunjungan ke Universitas Jenderal A. Yani adalah untuk menyampaikan program yang menurutnya sangat penting dan berguna terutama bagi mahasiswa.

“Dimana niat kami disini adalah untuk menyampaikan program yang Insha Allah kami rasa ini sangat berguna dan sangat penting terutama bagi mahasiswa..” ungkapnya.

Sejalan dengan Rektor, Andri pun menyampaikan bahwa dengan diadakannya program tersebut mahasiswa akan mendapatkan SKPI yang merupakan persyaratan untuk lulus S1. Selain itu, mahasiswa juga akan memiliki nilai jual ketika sudah lulus kuliah nanti.

“..karena tadi seperti disampaikan Pak Rektor, adanya SKPI yang bisa dibilang selain itu memang kewajiban saat seseorang lulus pendamping ijazah dan mahasiswa juga nantinya akan memiliki nilai jual saat sudah lulus kuliah.” pungkas Andri.

Reporter: Didi Sopiyan (Hubungan Internasional 2018)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *