Rektor dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal A. Yani Tandatangani Kerjasama (MoU) dengan PT Pharmindo Rimpang Kokoh

Rektor dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal A. Yani Tandatangani Kerjasama (MoU) dengan PT Pharmindo Rimpang Kokoh

(Humas Unjani) – Rektor Universitas Jenderal A. Yani, Prof. Hikmahanto Juwana, SH., LL.M., Ph.D menerima kunjungan Presiden Direktur PT Pharmindo Rimpang Kokoh, drTeguh Tanuwidjaja, M.Biomed (AAM) di Ruang Rapat Rektorat, Universitas Jenderal A. Yani, Cimahi pada Selasa (16/3/2021) pagi. Namun, kunjungan tersebut bukan hanya sekadar kunjungan biasa, tapi juga sekaligus penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Universitas Jenderal A. Yani khususnya Fakultas Kedokteran (FK) dengan PT Pharmindo Rimpang Kokoh.

Dalam kegiatan tersebut, Rektor didampingi oleh Badan Pengawas Harian (BPH), Brigjen (Purn) Dr. Chairussani Abbas, S.I.P., M.Si., Wakil Rektor I, Dr. Agus Subagyo, S.IP., M.Si., Wakil Rektor II, Dr. Asep Kurniawan, SE., MT., ASCA., CHRA, Wakil Rektor III, dr. Dewi Ratih Handayani, M.Kes., Kepala  Biro Kemahasiswaan Kerjasama dan Alumni, Dr. Arlan Siddha, S.I.P., M.A., Kepala Bagian (Kabag.) Kemahasiswaan, Dr. Mochamad Vrans Romi, S.E., M.M., CHRA, Kepala Biro Administrasi dan Akademik, Dr. Lukman Munawar Fauzi, S.IP., M.Si., Kabag. Kerjasama Eksternal, I Wayan Aditya Harikesa, S.IP., M.Si., dan Kabag. Humas, apt. Akhirul Kahfi Syam, S.Farm., M.Si.

Tentunya, Dekan FK, Dr. Sutrisno, dr., S.H., MARS., M.H., Kes., turut hadir dalam kesempatan tersebut. Dalam hal ini, drTeguh Tanuwidjaja dan dr. Sutrisno merupakan teman seangkatan semasa kuliah di Universitas Airlangga. Dengan demikian, mereka berdua bisa memanfaatkan hubungannya tersebut untuk menjalin kerjasama yang dapat bermanfaat bagi keduanya. Oleh sebab itu lah melalui dr. Sutrisno kerjasama ini bisa terjalin.

Pada kesempatan ini, Rektor sangat menyambut baik kehadiran dr. Teguh, karena menurutnya PT Pharmindo Rimpang Kokoh bisa menjadi partner kerjasama Universitas Jenderal A. Yani. Selain itu, kerjasama ini bertujuan untuk menciptakan inovasi dalam hal alat kesehatan berteknologi canggih. Kemudian, hasil inovasi tersebut akan dimanfaatkan untuk industri melalui PT Pharmindo Rimpang Kokoh. Rektor pun menegaskan bahwa PT Pharmindo Rimpang Kokoh tak akan bisa menciptakan produksi secara masal jika tidak ada penawaran. Oleh karena itu Rektor berharap pemerintah yang dapat mencitapkan penawaran tersebut, ucap Rektor.

Lebih lanjut, Rektor mengatakan bahwa Universitas Jenderal A. Yani merupakan institusi pendidikan di bawah naungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD). Oleh sebab itu, ia berharap kepada TNI AD melalui Kementrian Pertahanan dapat melakukan pengadaan barang dan jasa yang dihasilkan oleh Universitas Jenderal A. Yani bersama PT Pharmindo Rimpang Kokoh. Dengan demikian, hal tersebut akan menciptakan kerjasama yang disebut dengan triple helix, yakni kerjasama antara institusi pendidikan, pemerintah dan industri, ujarnya.

dr. Teguh merupakan pengusaha sekaligus praktisi dan akademisi dalam bidang medis khususnya anti aging medicine. Sehingga dalam kesempatan tersebut, Rektor meminta kepada dr. Teguh untuk memiliki program anti aging medicine di FK, Universitas Jenderal A. Yani. Tak hanya itu, Rektor pun berharap kepada dr. Teguh yang sudah memiliki jaringan di luar negeri untuk dapat membantu Universitas Jenderal A. Yani menciptakan jaringan dengan universitas di luar negeri, harapnya.

Sementara itu, dr. Teguh menyampaikan bahwa kita harus bisa mengurangi ketergantungan terhadap produk-produk impor dengan membangun, menginisiasi, dan meningkatkan produk dalam negeri yang seharusnya menjadi kewajiban. Menurutnya, dalam bidang medis khususnya dalam industri kesehatan, Indonesia masih sangat tertinggal, ujarnya. Ia pun menyatakan bahwa kolaborasi kerjasama ini akan memberikan sesuatu yang baru dan bermanfaat untuk Indonesia dan umat manusia.

Di samping itu, dr. Teguh mengatakan bahwa PT Pharmindo Rimpang Kokoh merupakan perusahaan yang pertama kali dan satu-satunya yang memproduksi produk pasien dan vitasen monitor buatan anak bangsa. Ia pun berujar bahwa dengan adanya kerjasama ini, ia akan dapat dukungan dari para saintis alumni Universitas Jenderal A. Yani untuk mengembangkan sebuah teknologi yang bernama anti aging medicine yang ada satu-satunya di dunia. Ia menjelaskan bahwa dengan teknologi tersebut tidak hanya bisa memonitor fungsi-fungsi vital manusia, namun juga dapat memonitor secara genetik. Menurutnya, dengan teknologi anti aging medicine dapat memperlambat proses  penuaan terhadap manusia sehingga proses penuaan dapat dicegah. Dengan demikian, akan melahirkan kualitas hidup yang lebih baik dan harapan hidup yang lebih panjang, paparnya. 

Di akhir paparannya, dr. Teguh berharap mendapat dukungan dari pemerintah agar pesan, himbauan, dan permintaan Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo yang menghimbau untuk mencintai produk dalam negeri dapat diimplentasikan, ujarnya.  

Reporter: Andica Tri Pamungkas (Hubungan Internasional 2018)

Editor: Didi Sopiyan (Hubungan Internasional 2018)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *