Itenas dan Universitas Jenderal A. Yani Lakukan Kerjasama Terkait Mobil Listrik Militer

Itenas dan Universitas Jenderal A. Yani Lakukan Kerjasama Terkait Mobil Listrik Militer

(Humas Unjani) – Rektor Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung, Prof. Meilinda Nurbanasari, Ir., MT., Ph.D. beserta jajarannya berkunjung ke Universitas Jenderal A. Yani, Cimahi dalam rangka kerjasama terkait proyek mobil listrik pada Rabu (17/3/21) pagi.

Kunjungan Rektor Itenas beserta jajarannya tersebut disambut baik Rektor Universitas Jenderal A. Yani, Prof. Hikmahanto Juwana, SH., LL.M., Ph.D yang didampingi oleh Wakil Rektor I, Dr. Agus Subagyo, S.IP., M.Si., Wakil Rektor II, Dr. Asep Kurniawan, SE., MT., ASCA., CHRA, Wakil Rektor III, dr. Dewi Ratih Handayani, M.Kes., Kepala Biro (Karo) Administrasi dan Akademik, Dr. Lukman Munawar Fauzi, S.IP., M.Si., Karo. Kemahasiswaan Kerjasama dan Alumni, Dr. Arlan Siddha, S.I.P., M.A., Kepala Bagian (Kabag.) Kemahasiswaan, Dr. Mochamad Vrans Romi, S.E., M.M., CHRA, Kabag. Kerjasama Eksternal, I Wayan Aditya Harikesa, S.IP., M.Si. dan Kabag lainnya.

Selain itu, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Dr. Dadan Kurnia, S.IP., M.Si., Dekan Fakultas Teknik (FT), Dr. Ir. Ferry Rusgiyarto. MT. dan Dekan Fakultas Teknik Manufaktur (FTM), Adi Ganda Putra, ST., MT turut hadir dalam kegiatan ini.

Sebelumnya, Itenas dan Universitas Jenderal A. Yani sempat melakukan kerjasama (MoU) sekitar tiga tahun yang lalu. Kerjasama itu dilakukan karena adanya kesamaan ide antara kedua institusi tersebut mengenai mobil listrik. Dalam kaitannya dengan pertemuan kali ini, yakni untuk menindak lanjuti perpanjangan kerjasama (MoU) yang sudah berakhir tersebut. Namun, kali ini Itenas dan Universitas Jenderal A. Yani akan mengusung konsep baru dalam pembuatan mobil listriknya, yakni mobil listrik dengan spesifikasi pertahanan militer.

Tahun lalu, Itenas sempat memamerkan mobil listrik militer buatannya yang bernama Itenas Sergap Senyap Electric Vehicle pada Peringatan Hari Listrik Nasional Tingkat Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate, Bandung. Mobil tersebut berkapasitas dua awak yang dilengkapi dengan meriam udara (air cannon) beramunisi peluru seberat tiga kilogram serta memiliki kekuatan gempur 5.000 Newton.

Meski begitu, mobil listrik militer tersebut masih perlu pengembangan, sehingga akan dilakukan kerjasama antara Itenas dan Universitas Jenderal A. Yani dalam proses pengembangan mobil tersebut. Terlebih, Universitas Jenderal A. Yani merupakan universitas yang bernuansa militer karena di bawah naungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD). Dengan adanya kerjasama ini, kedepannya akan dibuat Tim dari Universitas Jenderal A. Yani untuk bergabung dengan Tim Itenas dalam pengembangan mobil listrik ini.

Rektor Universitas Jenderal A. Yani, Prof. Hikmahanto Juwana pun menyambut baik kerjasama ini. Ia mengatakan, bahwa Universitas Jenderal A. Yani harus membuat inovasi yang  berbeda mengenai mobil listrik. Menurutnya, jika tak begitu Universitas Jenderal A. Yani akan kalah dengan universitas lainnya. Dengan demikian, ia mengusulkan kepada mahasiswa FT dan FTM untuk membuat mobil listrik dengan spesifikasi pertahanan militer karena Universitas Jenderal A. Yani berada di lingkungan TNI AD, ucapnya.

Tak hanya itu, ia mengungkapkan bahwa dirinya senang bisa bekerja sama dengan Itenas, karena bahwasannya Universitas Jenderal A. Yani dan Itenas memiliki status yang sama, yakni perguruan tinggi swasta. Meski begitu, ia mengatakan bahwa perguruan tinggi swasta mempunyai semangat untuk membuktikan, sebagaimana yang Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) katakan, bahwa universitas swasta di Indonesia tidak kalah dengan universitas negeri, ungkap Prof. Hikmahanto.

Adapun Rektor Itenas, Prof. Meilinda Nurbanasari mengatakan bahwa proyek mobil listrik ini merupakan salah satu penelitian unggulan dari Itenas. Disamping itu, ia menyadari bahwa perguruan tinggi tak bisa berjalan sendiri untuk membuat inovasi besar. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa apabila mobil listrik militer ini penggunanya dari TNI AD, maka yang paling tepat yakni bekerja sama dengan Universitas Jenderal A. Yani yang mana berada di lingkungan TNI AD, ungkapnya.

Ia pun menyatakan bahwa tujuan dari dibuatnya mobil listrik ini adalah untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara, pungkas Prof. Meilinda.

Reporter: Lola Ivana Amelinda (Kimia 2019)

Editor: Didi Sopiyan (Hubungan Internasional 2018)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *