Pengambilan Sumpah dan Penyerahan Ijazah Profesi Apoteker Angkatan XXIX di Universitas Jenderal A. Yani

Pengambilan Sumpah dan Penyerahan Ijazah Profesi Apoteker Angkatan XXIX di Universitas Jenderal A. Yani

(Humas Unjani) – Universitas Jenderal A. Yani melangsungkan kegiatan Sidang Terbuka Senat Fakultas Farmasi dalam rangka Pengambilan Sumpah dan Penyerahan Ijazah Profesi Apoteker Angkatan XXIX pada Selasa (6/4/2021) bertempat di Aula Gedung Jenderal TNI Mulyono FISIP, Universitas Jenderal A. Yani, Cimahi.

Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan luring dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19 yang sangat ketat. Kendati demikian, acara tersebut tetap berjalan dengan aman dan tanpa mengurangi rasa khidmat sedikitpun.

Fakultas Farmasi Universitas Jenderal A. Yani meluluskan sebanyak 196 apoteker baru yang terdiri dari 190 mahasiswa angkatan XXIX, 2 mahasiswa angkatan XXVIII dan 4 mahasiswa angkatan XXVII.

Sebelumnya, lulusan apoteker baru tersebut telah mengikuti Uji Kompetensi Apoteker Indonesia (UKAI) yang diselenggarakan oleh Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) bekerjasama dengan Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) pada tanggal 6 dan 7 Februari 2021.

Sementara itu, kegiatan ini dihadiri juga oleh tamu undangan baik internal maupun eksternal. Tamu undangan internal, yakni meliputi Ketua Badan Pengawas Harian (BPH) Universitas Jenderal A. Yani, Brigjen (Purn) Dr. Chairussani Abbas, S.IP., M.Si., Rektor Universitas Jenderal A. Yani, Prof. Hikmahanto Juwana, SH., LL.M., Ph.D., Wakil Rektor I, Dr. Agus Subagyo, S.IP., M.Si., Wakil Rektor II, Dr. Asep Kurniawan, SE., MT., ASCA., CHRA, Wakil Rektor III, dr. Dewi Ratih Handayani, M.Kes.

Sedangkan tamu undangan eksternal yang hadir, yakni Dra. Euis Maryani, SMIP, M.Kes dari Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia (KTKI), apt. Drs. Nurul Falah Eddy Pariang dan Sulaiman Malik, S.Kom dari Komite Farmasi Nasional (KFN), apt. Farhan, M.Farm dari Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI), drg. Juanita Paticia Fatima, MKM. dari Dinas Kesehatan Jawa Barat (Dinkes Jabar) dan apt. Ganjar Reynatan, S.Si dari Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia Jawa Barat (PD IAI Jabar).

Perwakilan dari PP IAI, apt. Farhan, M.Farm dalam sambutannya menyatakan bahwa pelantikan lulusan apoteker baru pada kegiatan ini sangat istimewa. Hal tersebut menurutnya karena apoteker yang diambil sumpahnya merupakan apoteker yang telah dinyatakan lulus dalam UKAI.

“Pelantikan apoteker hari ini sangatlah istimewa, karena apoteker yang diambil sumpahnya hari ini merupakan apoteker yang dinyatakan telah lulus dalam Ujian Kompetensi Apoteker Indonesia. Dimana UKAI merupakan suatu momen bersejarah dalam transformasi pendidikan apoteker di Indonesia.” tandasnya.

Ia pun menambahkan bahwa meskipun pengambilan sumpah apoteker ini merupakan perpaduan antara offline dan online, namun tetap sah karena sesuai dengan aturan perundang-undangan dan agama yang telah dikaji bersama.

“Kedua, karena pengambilan sumpah apoteker ini merupakan kombinasi offline dan online, namun yang paling penting bagi para apoteker pengambilan sumpah ini adalah sah sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan agama yang telah dikaji oleh KFN, APTFI, dan IAI serta dikonsultasikan kepada rohaniawan sesuai agamanya masing-masing..” pungkas Farhan.

Sementara, Rektor Universitas Jenderal A. Yani, Prof. Hikmahanto Juwana, SH., LL.M., Ph.D., memiliki harapan terhadap lulusan baru apoteker yang telah diambil sumpahnya tersebut untuk menjalankan profesinya dengan baik dan professional karena profesi apoteker bersentuhan dengan nyawa manusia. Selain itu, ia pun berharap kepada alumni untuk tidak mencemarkan nama baik almamater.

“Yang pasti kita berharap bahwa mereka yang sudah disumpah untuk bisa menjalankan profesinya dengan baik dan professional, karena kita tahu bahwa profesi apoteker ini bersentuhan dengan nyawa manusia karena ini berkaitan dengan obat-obat dan lain sebagainya. Oleh karena itu, harapan saya bahwa para alumni betul-betul bisa menjalankan tugasnya dan tidak mencemarkan nama baik dari almamater.” harapnya.

Ia pun bersyukur bahwa Universitas Jenderal A. Yani menjadi universitas ketiga terbesar yang meluluskan apoteker. Menurutnya, hal tersebut patut disyukuri karena merupakan suatu berkah bagi Universitas Jenderal A. Yani.

“..Tadi, oleh Ketua KFN disebutkan Universitas Jenderal A. Yani merupakan ketiga terbesar yang mendidik dan meluluskan mereka-mereka yang menjadi apoteker. Dari ketiga besar itu, ternyata Universitas Jenderal A. Yani yang bisa meluluskan dengan tingkat kelulusan yang sangat tinggi dibandingkan dua yang lainnya dari tiga terbesar itu. Ini patut disyukuri dan merupakan suatu berkah bahwa di Universitas Jenderal A. Yani profesi apoteker benar-benar dijalankan baik oleh para dosen..” ucap Rektor.

Reporter: Didi Sopiyan (Hubungan Internasional 2018)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *