IT Developer Tooling & Security Expert Hadir dalam Kegiatan Webinar Jurusan Informatika Universitas Jenderal Achmad Yani

IT Developer Tooling & Security Expert Hadir dalam Kegiatan Webinar Jurusan Informatika Universitas Jenderal Achmad Yani

(Humas Unjani) – Jurusan Informatika Universitas Jenderal Achmad Yani mengadakan webinar dengan tema ‘Pengamanan Data Privat Melalui Secure Sockets Layer (SSL) / Transport Layer Security (TLS) di antara Website dan Web Browser’. Acara webinar dilaksanakan pada hari Jumat (11/06/2021) sore melalui aplikasi Zoom Meeting dan mengundang Carel Hans Cristiaan Fenijn, seorang IT developer dan tooling & security expert dari Leiden University, Belanda, sebagai pemateri tunggal.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta yang didominasi oleh mahasiswa dan mahasiswi Jurusan Informatika Universitas Jenderal Achmad Yani. Pada kesempatan ini, sambutan pembukaan acara disampaikan oleh Wakil Dekan III Fakultas Sains dan Informatika (FSI), Yulison Heri Chrisnanto, S.T., M.T. dan dilanjutkan dengan sambutan dari Wina Witanti, S.T., M.T., Ketua Jurusan Informatika. Acara webinar ini juga dimoderatori oleh dosen Jurusan Informatika, Faiza Renaldi, S.T., M.Sc.

Webinar langsung masuk kepada acara inti yaitu presentasi dari Carel Hans Cristiaan Fenijn dan membahas tentang pengamanan dan keamanan data informasi. Terdapat beberapa hal yang penting dalam presentasi ini antara lain tentang enkripsi. Enkripsi dapat digunakan untuk berbagai protokol yang tidak mengenkripsi sendiri seperti huruf ‘S’ dalam HTTPS, IMAPS, SMTPS, LDAPS, dan sebagainya. Enkripsi juga menjadi semakin penting untuk keamanan data terutama untuk data sensitif. Pada semua layer tersebut, stack OSI peretas masih bisa meretas ataupun menyerang.

Selain itu, adapun contoh kerentanan dan peretasan SSL/TSL sampai dengan sekarang seperti Heartbleed, Poodle, Beast, dan Crime. SSL awalnya merupakan penemuan Netscape yang digunakan untuk pembayaran internet pada tahun 1994 dan merupakan SSL 1.0. Hingga tahun 1996, SSL berevolusi menjadi SSL 3.0 sampai dengan tahun 1999. SSL mengalami perubahan ke TLS pada tahun 1999 dan yang terbaru merupakan TLS 1.3 pada tahun 2018.

TLS 1.3 memiliki fitur-fitur yang lebih rumit dan sulit. Fitur-fitur tersebut antara lain, Perfect Forward Secrecy, wajib ditetapkan kerahasiaan ke depan untuk kesempurnaan. Tidak kompatibel ke belakang, perundingan masih bisa dilakukan, dan terakhir kriptografi yang tidak aman tidak bisa di aplikasikan seperti sandi dan algoritma.

Acara berlangsung dengan lancar dan baik, sehingga dapat selesai sesuai dengan rencana yang telah dirancang.

 

Sumber: Informatika Universitas Jenderal Achmad Yani

Editor: M. Ismail Mangkusubroto

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *