Program Studi Teknik Geomatika Adakan Webinar Perdana

Program Studi Teknik Geomatika Adakan Webinar Perdana

 (Humas Unjani) – Fakultas Teknik (FT) Universitas Jenderal A. Yani saat ini memiliki Program Studi (Prodi) baru yaitu Teknik Geomatika. Pada hari Kamis (22/07/2021) siang, Program Studi Teknik Geomatika FT Universitas Jenderal A. Yani menyelenggarakan webinar perdana, Peran Informasi Geospasial di Era Industri 4.0 melalui aplikasi Zoom Meeting. Acara webinar ini diisi oleh tiga pemateri diantaranya Brigjen TNI Ir. Asep Edi Rosidin, M.D.A., Ir. Mohammad Arief Syafi’i, M.Eng.Sc., dan Ir. Bayu Wedha.

Pada kesempatan ini, Rektor Universitas Jenderal A. Yani, Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M., Ph.D hadir dalam webinar ini untuk memberi sambutan sekaligus membuka acara secara resmi. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan, “Kenapa kita menyebut kita military university? Karena kita ingin mempedomani, ciri yang ada di prajurit TNI Angkatan Darat yaitu, mereka berbadan tegap, olahraga, mereka punya sopan santun yang tinggi, hormat pada atasan, dan mereka juga punya loyalitas terhadap bangsa, negara ini. Kita ingin mencetak mahasiswa seperti itu.” Rektor juga menambahkan, “ Disini saya berharap, kalau pun ada, para prajurit TNI Angkatan Darat, apakah Tamtama, Bintara, Perwira (Pertama, Menengah, maupun Perwira Tinggi), kalau misalnya ingin mendalami masalah Geomatika, Anda bisa melakukannya disini. Jangan segan, kita akan memfasilitasi meskipun Anda tidak perlu ada di Cimahi.” Menurut Rektor, dengan adanya ICT yang dibangun, para prajurit TNI Angkatan Darat yang ingin mengikuti pendidikan di Universitas Jenderal A. Yani bisa dilakukan dari mana saja. Baik itu sedang operasi militer atau latihan di hutan, pada saat sedang bertugas, dari Kodam maupun Korem yang tersebar diseluruh Indonesia. Beliau juga mengajak para calon mahasiswa baru untuk bergabung di Universitas Jenderal A. Yani dan masih membuka pendaftaran hingga bulan Agustus 2021.

Setelah sambutan Rektor, kegiatan langsung masuk ke bagian inti. Acara selanjutnya dimoderatorkan oleh Ketua Program Studi Teknik Geomatika, Dr. Ir. Sukanto Hadi, MT.

Paparan pertama, disampaikan oleh Direktur Topografi Angkatan Darat (Dirtopad) Brigjen TNI  Ir. Asep Edi Rosidin, M.D.A. dengan membahas Implementasi Kecerdasan Artifisial Geospasial (GEO-AI) Guna Menjaga Kedaulatan Negara. Dalam presentasinya, terdapat beberapa hal yang penting antara lain, pada era informasi yang serba cepat saat ini, teknologi Big Data Spasial dan kecerdasan buatan (A-I) sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk diantaranya dalam bidang militer. Peran teknologi Artifisial Intelligence (A-I) dan Big Data Spasial menjadi sangat penting sebagai ujung tombak dari perkembangan teknologi Informasi Geospasial, diantaranya dalam pembangunan Indonesia berkelanjutan melalui penerapan kebijakan satu peta (One Map Policy) untuk menangani persoalan pengolahan dan manajemen data spasial yang sangat besar. Dalam melakukan Pengolahan dan Analisa Geo A-I diperlukan keahlian khusus, sehingga pembentukan Program Studi Teknik Geomatika FT Universitas Jenderal A. Yani merupakan langkah yang tepat dalam menjawab tantangan terhadap SDM GEO-AI yang berkembang saat ini.

Presentasi kedua, disampaikan oleh Ir. Mohamad Arief Syafi’i, M.Eng.Sc. Beliau merupakan Deputi Bidang Informasi Geospasial Dasar, BIG, dan membahas Penyelenggaraan Informasi Geospasial Dasar di Era Industri 4.0. Berdasarkan paparan yang disampaikan, terdapat poin-poin yang penting yaitu, dengan menyusun Informasi Geospasial maka suatu kebijakan yang dibangun melalui Analisa Geografis menjadi lebih akurat dan mudah dipahami. Revolusi Industri 4.0 mengubah cara hidup manusia dan berdampak besar terhadap Industri Geospasial.

Terakhir merupakan paparan materi dari Ir. Bayu Wedha, CEO PT. Integrasia Utama. Pembahasan dalam presentasi ini adalah Analisa Artificial Intelligent Menggunakan Integrasi Data Geospasial dan IOT di Industri Logistik dan Pertanian. Dalam penyampaiannya, terdapat poin-poin penting yakni, data realtime aktivitas kendaraan dibutuhkan dalam proses distribusi, salah satu tools atau alat yang digunakan adalah GPS tracking. Data foto satelit menangkap kondisi tanaman, continue data capture untuk mengetahui kapan panen dan berapa jumlah panen. Bagaiman data-data digabung menjadi satu dan diproses artificial intelligent untuk melakukan prediksi perkembangan tanaman, tanaman sakit dan tanaman sehat. Geospasial yang dibutuhkan saat ini adalah geospasial yang continue.

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab dan banyak pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan kepada seluruh pemateri. Kegiatan berjalan dengan lancar serta sesuai dengan yang diharapkan. Webinar ditutup  dan diakhiri diakhiri pada pukul 16.00 WIB.

 

Penulis: M. Ismail Mangkusubroto

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *