UKM KSR PMI Bersama Kepala UTD PMI Kota Bandung dalam Webinar “Mengupas Fakta Donor Darah dan Donor Plasma Konvalesen di Masa Pandemi”

UKM KSR PMI Bersama Kepala UTD PMI Kota Bandung dalam Webinar “Mengupas Fakta Donor Darah dan Donor Plasma Konvalesen di Masa Pandemi”

(Humas Unjani) – Unit Kegiatan Mahasiswa Korps Suka Rela Palang Merah Indonesia (UKM KSR PMI) Universitas Jenderal A. Yani mengadakan webinar Donor Darah – Give Blood, Give Life in Pandemic pada hari Sabtu (24/07/2021) pagi melalui aplikasi Zoom Meeting. Webinar ini diisi oleh pemateri tunggal, Dr. Hj. Uke Muktiamanah, MH.Kes. dan dilaksanakan secara daring karena masih tingginya penularan virus Covid-19 di Indonesia serta adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di seluruh provinsi di Indonesia.

Acara dimulai dengan MC, lalu dilanjutkan dengan kata sambutan dari Komandan KSR PMI Universitas Jenderal A. Yani, Akbar Risky T.R., dari Fakultas Kedokteran – Kedokteran Umum angkatan tahun 2019. Dalam sambutannya, Komandan KSR PMI Universitas Jenderal A. Yani berharap, “Semoga dengan diadakannya webinar pada kali ini, bisa memberikan sebuah ilmu atau pengetahuan yang bermanfaat untuk kita semua.”

Selanjutnya, pemberian sambutan acara disampaikan oleh Wakil Rektor III Universitas Jenderal A. Yani, dr. Dewi Ratih Handayani, M.Kes., yang hadir pada kesempatan ini. “Walaupun dalam kondisi pandemic, tentunya ada beberapa dari teman-teman kita atau pasien yang tetap memerlukan kebutuhan darah. Sekarang ditambah lagi kondisi pandemic, kebutuhannya meningkat menjadi plasma convalescence,” ujar Wakil Rektor III dalam sambutannya. Beliau juga menambahkan, “Saya mengapresiasi juga KSR walau dalam kondisi pandemic, masih aktif dan produktif untuk mengadakan acara. Beberapa kegiatan sudah dilakukan, dan mudah-mudahan ini bermanfaat untuk semuanya. Semoga lancar dan semoga nanti juga akan ada lagi kegiatan-kegiatan yang bisa, tadi, memenuhi kebutuhan masyarakat tentunya. Kebutuhan mahasiswa dan masyarakat, tentunya di bidang kesehatan karena KSR ada di bidang kesehatan.”

Setelah sambutan dari Wakil Rektor III Universitas Jenderal A. Yani, acara memasuki bagian inti yaitu paparan presentasi dari Dr. Hj. Uke Muktiamanah, MH.Kes., Kepala UTD PMI Kota Bandung dengan bahasan Mengupas Fakta Donor Darah dan Donor Plasma Konvalesen di Masa Pandemi. Kegiatan juga dimoderatorkan oleh apt. Rachma Nisa Nailufar, C.HT., S.Farm., alumni Fakultas Farmasi Universitas Jenderal A. Yani dan KSR PMI Universitas Jenderal A. Yani.

Terdapat beberapa poin-poin penting dalam presentasi yang disampaikan pemateri diantaranya, donor darah dan transfusi darah adalah hal yang berbeda, dan masih banyak masyarakat yang belum bisa membedakannya. Donor darah adalah proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di bank darah sebagai stok darah untuk digunakan pada proses transfusi darah. Sedangkan transfusi darah adalah proses menyalurkan darah dari satu orang ke sistem peredaran darah orang lain yang membutuhkan berhubungan dengan kondisi medis. Donor darah juga memiliki empat tipe, donor sukarela, donor pengganti atau donor keluarga, donor bayaran, dan donor plasma khusus dengan apheresis.

Donor darah juga memiliki beberapa manfaat yang baik antara lain, medapatkan kesehatan secara psikologis, merasakan kepuasan secara psikologis, merasakan menjadi manusia bermanfaat, menjadi donor rutin akan merasakan tetap bugar, memberikan dampak positif bagi diri sendiri dan orang lain, mendapatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis termasuk serologi, menjaga kadar besi dalam darah tetap stabil, dan meningkatkan produksi darah baru.

Pada masa pandemi Covid-19, dibutuhkan banyak donor plasma konvalesen dari para penyintas Covid-19. Plasma konvalesen adalah plasma darah yang didapat dari pasien yang sembuh dari Covid-19 yang dianggap berpotensi untuk terapi bagi pasien Covid-19. Plasma konvalesen juga merupakan alternatif pengobatan bagi penderita Covid-19.

Kesimpulan yang di dapat dari webinar ini adalah bahwa jumlah penderita Covid-19 dan kebutuhan plasma konvalesen makin meningkat. Terapi plasma konvalesen menjadi alternatif yang banyak diperlukan. Selain itu, jumlah donor sukarela masih terbatas dan produksi plasma konvalesen juga masih terbatas.

Kegiatan webinar berjalan dengan lancar dan interaktif. Terjadi banyak komunikasi dari pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan kepada pemateri dari peserta acara. Dengan demikian, kegiatan webinar berjalan sesuai yang diharapkan dan tidak ada kendala.

 

Penulis: M. Ismail Mangkusubroto

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *