UKMI Al-Hidayah Universitas Jenderal A. Yani Hadirkan Siti Rahmah Hanifa Dalam Kajian Muslimah

UKMI Al-Hidayah Universitas Jenderal A. Yani Hadirkan Siti Rahmah Hanifa Dalam Kajian Muslimah

(Humas Unjani) – Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) Al-Hidayah Universitas Jenderal A. Yani mengadakan kegiatan webinar Kajian Muslimah – Berperan Bukan Baperan. Acara diselenggarakan pada masa pandemi Covid-19 melalui aplikasi Google Meet pada hari Sabtu (24/07/2021) sore dan menghadirkan Siti Rahmah Hanifa, S.E. sebagai pematerinya.

Acara langsung masuk ke bagian inti yaitu presentasi dari pemateri, Siti Rahmah Hanifa, S.E. Beliau merupakan Founder dan Director of Beyond The Sight (Indonesian Youth Development Platform). Dalam paparan materinya, Siti membahas tema Berperan Bukan Baperan. “Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita shalihah (H.R. Muslim). Kita sudah shalihah belum? Jawaban itu hanya bisa kita jawab masing-masing,” ujar Siti dalam membuka presentasinya. Siti juga menambahkan, “Definisi wanita shalihah itu seperti apa? Wanita shaliha itu adalah yang taat pada Allah, melaksanakan perintah-perintah yang memang Allah sudah perintahkan untuk kita. Meninggalkan hal-hal yang Allah larang.” Selain itu, ada hal-hal yang mendefinisikan wanita shalihah yaitu selain taat pada Allah, taat juga kepada orangtua dan suami.

Terdapat hal-hal yang penting dari paparan presentasi pemateri diantaranya, penyebab baper (bawa perasaan) bisa berasal dari keberhasilan orangtua, jodoh, keluarga yang egois, kemampuan diri yang sangat rendah, ucapan orang lain, dan rezeki yang terasa kurang. Sebagai manusia biasa, kita dapat baper, asalkan dari baper kita dapat membawa perubahan. Baper yang kita rasakan membuat kita menyadari apa yang harus dilakukan, apa yang harus diupayakan dan apa yang harus diberikan. Jadi, baper bukan suatu hal yang harus dihapus atau dihilangkan dari hidup. Karena yang paling penting adalah menghasilkan langkah-langkah yang positif yang menjadikan pribadi yang terus memperbaiki diri.

Selain itu, ada tiga hal yang perlu menjadi acuan dalam memperbaiki diri yakni, perbaiki hubungan dengan Allah, perbaiki hubungan dengan sesama, dan perbaiki hubungan dengan diri sendiri. Dalam memperbaiki diri dapat melakukan hal-hal seperti mengikuti manjelis ilmu, membuat target dalam membaca buku, aktif dalam program kepemudaan, dengarkan podcast inspiratif, ikuti kegiatan mentorship, pelajari skill baru, perluas wawasan, persaudaraan, dan pengalaman dengan melakukan perjalanan-perjalanan, dan berkarya untuk bangsa.

Belajarlah untuk mengapresiasi diri kita yang sudah banyak berjuang. Selama ini kita sudah banyak sekali melewati perjalanan kehidupan terkadang salah, terkadang jatuh tapi kita selalu bangkit dan terus bangkit hingga saat ini. Maka dari itu, jadilah sahabat terbaik untuk diri sendiri karena kita yang akan selalu ada untuk diri kita, orang lain belum tentu. Tetapi kita, akan selalu ada untuk diri kita begitupun juga dengan Allah. Allah akan selalu ada dalam hidup dan selalu bersama dengan kita.

“Berproseslah tanpa protes, karena memang dalam prosesnya tidaklah mudah tapi Insha Allah akan berakhir indah karena akan ada banyak berkah dari Allah.” – Siti Rahmah Hanifa

 

Sumber: UKMI Al-Hidayah Universitas Jenderal A. Yani (Nisrina K.A.)

Editor: M. Ismail Mangkusubroto

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *