UKM Bharawana Universitas Jenderal A. Yani Mengadakan Webinar Konservasi Lingkungan

UKM Bharawana Universitas Jenderal A. Yani Mengadakan Webinar Konservasi Lingkungan

(Humas Unjani) – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Penjelajah Rimba & Pendaki Gunung Bharawana Universitas Jenderal A. Yani mengadakan webinar Berpetualang Dengan Konsep Zero Waste pada masa pandemi Covid-19 melalui aplikasi Zoom Meeting. Kegiatan webinar dilaksanakan pada hari Jumat (30/07/2021) malam dengan mengundang Dr. Arlan Siddha, S.IP., M.A., Dwi Retnastuti, ST., dan Siska Nirmala. Acara webinar juga dimoderatorkan oleh Tiara “Peti” Dwi Lestari.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan sambutan dari Ketua UKM Bharawana Universitas Jenderal A. Yani. Setelah itu, sambutan disampaikan oleh Wakil Rektor III Universitas Jenderal A. Yani, dr. Dewi Ratih Handayani, M.Kes., yang mewakili Rektor Universitas Jenderal A. Yani. Dalam sambutannya, Wakil Rektor III mengatakan, “Saya sangat mengapresiasi, dalam kondisi pandemic, Bharawana juga tetap produktif salah satunya adalah dengan mengadakan acara ini. Acara ini juga menarik karena saya melihat, orang muda, generasi muda, seharusnya sudah memikirkan kondisi alam 10, 20, 30 tahun mendatang. Kenapa? Karena kondisi nanti itu bagaimana apa yang kita kerjakan hari ini.”

Acara lalu masuk ke bagian inti yaitu paparan presentasi dari pemateri pertama, Dwi Retnastuti, ST., Tim Kampanye Urban Walhi Jabar/Direktur Salam Institute. Dalam paparannya, beliau membahas Kondisi Persampahan di Indonesia. Poin-poin yang bisa didapatkan dari presentasi ini yaitu, bahwa permukiman, perkantoran, industri, pertokoan, pasar, sekolah, fasilitas umum dan yang lainnya dapat menghasilkan tiga jenis sampah. Ketiga jenis sampah tersebut yaitu sampah organik, anorganik, dan sampah b3. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2016, jumlah sampah di Indonesia mencapai 65.200.000 ton per tahun dengan jumlah penduduk sebanyak 261.115.456 orang. Pada tahun 2019, jumlah sampah meningkat menjadi 67.800.000 ton per tahun dengan komposisi sampah organik 57%, sampah plastik 15%, sampah kertas 11%, dan sampah lainnya 17%.

Permasalahan sampah yang lain adalah, bahwa Indonesia penyumbang sampah plastik ke laut terbesar kedua di dunia. Plastik dari hasil 100 toko atau anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) dalam waktu satu tahun sudah mencapai 10,95 juta lembar sampah kantong plastik.

Dalam aspek berkelanjutan, perihal sampah bergantung pada lima aspek manajemen sampah. Kelima aspek tersebut yaitu, adanya peraturan daerah yang mengatur pengelolaan sampah, partisipasi masyarakat dalam mendukung upaya pengurangan dan penanganan sampah, sarana-prasarana dalam pelaksanaan teknis-operasional, memiliki sistem pembiayaan yang mencukupi, dan adanya Lembaga professional dalam pengelolaan sampah.

Selanjutnya merupakan paparan dari pemateri kedua, Dr. Arlan Siddha, S.IP., M.A., pengamat kebijakan pemerintahan dan juga dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Jenderal A. Yani. Beliau memberi paparan dengan membahas Problematika Dinamika Sampah. Menurut Arlan, perihal pengelolaan sampah sudah tertuang pada Kebijakan Pemerintah UU No. 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah, PP No. 81 tahun 2012 tentang pengelolaan sampah rumah tangga, dan permen lingkungan hidup PP No. 81 tahun 2012 sebagai peraturan pelaksanaan. Beliau juga menambahkan bahwa sampah menjadi persoalan yang muncul dalam pemilihan umum (pemilu) atau pemilihan kepala daerah, namun setelah itu tidak serius dalam mengelolanya. Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK RI), terdapat 68 juta ton sampah dan selalu menjadi objek yang disalahkan ketika datang banjir, namun pengelolaannya tidak serius. Perihal Zero Waste, Arlan mengingatkan bahwa kita harus menjadi smart customer dengan membeli barang yang kita butuhkan dan membeli makanan secukupnya. Selain itu, kita harus memulai untuk memilah sampah organik dan anorganik.

Berikutnya merupakan diskusi atau sharing dari Siska Nirmala, Zero Waste Adventure. Dalam diskusinya, Siska membahas tentang apa yang bisa kita lakukan, di level individu, dengan kecintaan pada kegiatan petualangan. Siska juga menjelaskan tentang Zero Waste Adventure yang merupakan sebuah individual movement atau gerakan individu yang telah dilakukan oleh dirinya sejak tahun 2012. Selain itu, Siska juga menambahkan tentang Zero Waste yang sebetulnya merupakan gaya hidup, sederhananya adalah meminimalisir sampah sampai nol. Konsep utamanya adalah 3R, Reduce, Reuse, Recycle, tetapi fokus pada yang pertama yaitu Reduce, dan sebisa mungkin meminimalisir sampah sejak awal.

Kegiatan webinar berjalan dengan menarik dan lancar. Selain itu, webinar juga berjalan sesuai dengan rancangan acara yang telah dibuat.

 

Penulis: M. Ismail Mangkusubroto

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *