Fakultas Kedokteran Univ. Jenderal Achmad Yani Mengadakan Webinar Update Covid-19

Fakultas Kedokteran Univ. Jenderal Achmad Yani Mengadakan Webinar Update Covid-19

(Humas Unjani) – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Jenderal A. Yani bersama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal A. Yani mengadakan webinar Update Covid-19 Terkini & Vaksinasi Covid-19 dalam masa pandemi Covid-19 melalui aplikasi Zoom Meeting. Kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu (31/07/2021) pagi dengan menghadirkan Dr. Erlina Burhan, dr., M.Sc., Sp.P.; Hendri Priyadi, dr., M.Pd.Ked., M.Kes., Sp.PD.; dr. Sri Utari; dan Rini Mulia Sari, dr., M.Kes. sebagai pemateri dalam webinar ini. Acara juga dimoderatorkan oleh Iis Inayati Rakhmat, dr., M.Kes., dosen FK Universitas Jenderal A. Yani.

Pada kesempatan ini, peserta yang hadir berjumlah 165 peserta dan tergabung di Zoom Meeting serta kanal Youtube FK Unjani Official. Acara webinar diketuai oleh Endry Septiadi, dr., M.Kes. dan dimulai dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Setelah itu, merupakan sambutan dari Dekan FK Universitas Jenderal A. Yani, Dr. dr. Sutrisno, S.H., M.A.R.S., M.H.Kes. dan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Cimahi, H. Zakaria Ansyori, dr., MMRS.

Kegiatan webinar secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Jenderal A. Yani, Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M., Ph.D. Dalam sambutannya Rektor mengatakan, “Webinar yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran (Universitas Jenderal A. Yani) Cimahi ini sangat penting dan saya merasa bahwa ini merupakan sesuatu yang sangat positif. Karena kehadiran kami adalah untuk masyarakat Cimahi. Topik dari webinar ini sangat relevan dengan apa yang terjadi di Indonesia.” Rektor juga menambahkan, “Ini pun yang menjadi semangat di Universitas Jenderal Achmad Yani sebagai bagian dari TNI Angkatan Darat. Saya ingin bahwa kita harus menang melawan pandemi Covid-19.”

Selanjutnya merupakan paparan presentasi dari pemateri pertama, Dr. Erlina Burhan, dr., M.Sc., Sp.P., Satgas Waspada dan Siaga Covid-19 PB IDI. Dalam paparannya, beliau menyampaikan bahwa bulan Juli 2021 Indonesia mengalami penambahan pasien positif Covid-19 hingga mencapai lebih dari 50.000 kasus. Selain itu, pencapaian jumlah sasaran yang telah divaksinasi Covid-19 juga masih kurang dari target yang diharapkan. Beliau juga berharap kepada masyarakat agar tidak mempercayai berita-berita hoax yang beredar, terutama yang tersebar di media sosial.

Materi berikutnya disampaikan oleh dr. Sri Utari, Kepala Puskesmas Cimahi Tengah. Beliau menyampaikan tentang update kasus Covid-19 di Kota Cimahi, serta alur penanganan Covid-19 di puskesmas, sebagai Fasilitas Kesehatan tingkat pertama. Berdasarkan data dari paparannya, per tanggal 29 Juli 2021, kasus terkonfirmasi Covid-19 di Cimahi berjumlah sekitar 11.600 sedangkan kasus aktif hingga saat ini di angka 1.999. Angka kesembuhan pasien di Kota Cimahi juga tinggi sebesar 88,7% dan angka kematian dibawah 2%. Selain itu, beliau juga menjelaskan tentang pengelolaan kasus Covid-19.

Setelah paparan dari dr. Sri Utari, materi selanjutnya disampaikan oleh Hendri Priyadi, dr., M.Pd.Ked., M.Kes., Sp.PD., dosen FK Universitas Jenderal A. Yani dan juga Ketua Medical Education Unit FK Universitas Jenderal A. Yani. Poin bahasan yang disampaikan oleh pemateri ketiga ini antara lain fakta tentang Covid-19, isolasi mandiri, karantina mandiri, dan hal-hal yang harus dilakukan. Berdasarkan paparan materinya, Covid-19 merupakan penyakit infeksi saluran nafas yang dapat menular dari manusia ke manusia. Gejala Covid-19 juga tidak spesifik, bisa seperti flu biasa, namun bisa juga menjadi berat. Penularan virus dapat dicegah dengan melakukan protokol kesehatan. Karantina juga dapat dilakukan dengan membatasi aktivitas atau memisahkan orang-orang yang tidak sakit, namun mungkin telah terpapar Covid-19. Tujuannya adalah untuk memantau gejala dan mendeteksi kasus baru sejak awal. Selain karantina, juga terdapat isolasi. Artinya, memisahkan orang-orang yang telah terkonfirmasi positif Covid-19 untuk mencegah penyebaran virus tersebut.

Materi terakhir disampaikan oleh Rini Mulia Sari, dr., M.Kes., Kepala Bagian Uji Klinis PT Biofarma, dengan bahasan vaksinasi Covid-19. Dalam penanganan Covid-19 supaya berakhir, terdapat lima tantangan utama yaitu sikap masyarakat, deteksi Covid-19, pemberian vaksin, mutasi Covid-19, dan penemuan obat untuk Covid-19. Terdapat tujuan vaksinasi Covid-19 antara lain, menjaga produktivitas dan meminimalkan dampak sosial-ekonomi, melindungi serta memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh, mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity untuk mencegah dan melindungi kesehatan masyarakat, dan menurukan kesakitan serta kematian akibat Covid-19. Manfaat dari vaksinasi yakni dapat melindungi negeri dan menimbulkan kekebalan baik secara individu, kelompok, dan global. Supaya mempercepat penanggulangan Covid-19 di Indonesia, selain menerapkan protokol kesehatan, vaksinasi Covid-19 juga diperlukan. Agar dapat memutus rantai Covid-19 secara menyeluruh, perlu dilakukan vaksinasi kepada 70% kelompok sasaran. Vaksinasi hanya dapat dilakukan kepada orang sehat atau yang memiliki penyakit tetapi dalam keadaan terkendali. Terakhir, tetap selalu menerapkan protokol kesehatan.

Acara webinar berlangsung dengan menarik dan membuat antusias para peserta yang mengikutinya. Terdapat banyak pertanyaan yang ditanyakan seputar Covid-19 dan dapat dijawab dengan baik oleh pemateri. Webinar berjalan dengan lancar serta sesuai dengan rencana kegiatan yang telah dirancang.

 

Penulis: M. Ismail Mangkusubroto

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *