HM KMJ Akutansi FEB Universitas Jenderal A. Yani Mengadakan Tabligh Akbar Secara Virtual

HM KMJ Akutansi FEB Universitas Jenderal A. Yani Mengadakan Tabligh Akbar Secara Virtual

(Humas Unjani) – Himpunan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Jurusan (HM KMJ) Akutansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jenderal A. Yani mengadakan tabligh akbar. Mengingat kondisi saat ini masih pandemi Covid-19 dan ditambah dengan adanya PPKM, maka tabligh akbar tersebut dilakukan secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting. Acara dilaksanakan pada hari Sabtu (31/07/2021) pagi serta mengundang pemateri, Ust. Bustanul Arifin, S.Ud. Selain itu, acara juga diisi oleh grup musik islami, Al-Munada.

Kegiatan tabligh akbar diikuti oleh 169 peserta dan bertujuan untuk menjalin silaturahmi serta lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Pada kesempatan ini, sambutan acara disampaikan langsung oleh Dekan FEB Universitas Jenderal A. Yani, Neni Maryani, S.E., M.Si. Ak., CA., CPA., CTA. Dalam sambutannya, Dekan mengatakan, “Adanya kondisi saat ini masa pandemi Covid-19, banyak mengeluh. Tetapi kita terus berusaha bersyukur karena masih diberikan kesehatan. Ketika banyak yang terbaring di ranjang rumah sakit, ketika yang lain berada dihimpitan ekonomi. Bersyukur ketika kita masih memiliki penghasilan walau WFH. Disaat masih banyak yang masih mengejar setoran dan juga rela bekerja mati-matian di tengah pandemi ini. Bersyukur ketika kita masih bisa bernapas ketika banyak yang memerlukan alat bantu pernapasan karena napasnya telah pendek. Bersyukur masih bisa kuliah, ketika ada yang harus berhenti kuliah karena masalah keuangan. Percaya dibalik banyak yang kita keluhkan ternyata terdapat banyak yang bisa kita syukuri.” Dekan juga menambahkan, “Kita selalu dapat memilih dari setiap kejadian yang kita alami, apakah kita mengeluh atau bersyukur. Jika kita bersyukur atas apa yang kita miliki, maka akan banyak yang dapat kita miliki untuk disyukuri. Semakin banyak kita mengeluh, maka akan semakin banyak juga hal yang kita keluhkan. Selalulah berfikir positif, dan kembangkan sikap bersyukur lalu lihatlah perubahannya.”

Selanjutnya, acara merupakan suguhan musik islami dari grup Al-Munada. Setelah itu, acara masuk ke paparan presentasi dari Ust. Bustanul Arifin, S.Ud. dengan tema Sedikit Mengeluh Banyak Bersyukur. Dalam paparannya, terdapat poin-poin yang penting dalam presentasi ini antara lain, hakikat sabar adalah pasrah dan menerima dengan cara tidak mengeluh dengan berlebihan, yakin bahwa Allah lebih mengetahui yang terbaik dibanding keinginan kita, dan Allah berikan selalu dua kemudahan diatas satu kesulitan. Hakikat makna syukur adalah menampakkan nikmat dengan cara menggunakannya pada tempatnya, sesuai dengan yang dikehendaki oleh Allah, dan menyebut-nyebut pemberinya dengan baik.

Mengapa harus bersyukur? Orang yang bersyukur akan jauh lebih produktif, lebih bahagia, lebih optimis, bersyukur itu manfaatnya akan kembali kepada diri kita, dan bersyukur merupakan tanda cinta.

Dalam masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, kita juga harus tetap berseyukur dengan cara berikhtiar untuk berusaha sesuai dengan kemampuan, berdoa, bertawakkal dengan menyerahkan seluruh hasil hanya kepada Allah, berihsan dengan melakukan banyak kebaikan sebagai wujud cinta dan ibadah kepada Allah, beritqan dengan melakukan semua kebaikan dengan baik dan sungguh-sungguh, dan istiqomah.

Acara berjalan dengan menarik dan interaktif. Terdapat pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan kepada pemateri dan dijawab dengan baik. Kegiatan berjalan dengan lancar dan sesuai yang diharapkan.

 

Sumber: HM KMJ Akutansi FEB Universitas Jenderal A. Yani

Editor: M. Ismail Mangkusubroto

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *