Gandeng LPPM dan Dinkes Kota Cimahi, Unjani Gelar Suntik Vaksin 1.000 Warga

Gandeng LPPM dan Dinkes Kota Cimahi, Unjani Gelar Suntik Vaksin 1.000 Warga

RADARBANDUNG.id, CIMAHI – Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI), telah melakukan vaksinasi bagi masyarakat di Kota Cimahi. Itu dilakukan sebagai langkah mencegah sekaligus memutus mata rantai virus corona.

Kegiatan tersebut merupakan inisiasi dari tiga fakultas. Terselenggaranya ini tidak terlepas dari kerjasama dengan lembaga dan pihak pemerintahan.

Wakil Rektor 3 Universitas Jenderal Achmad Yani, Dewi Ratih Handayani mengatakan, vaksinasi masal ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat dari pihak Unjani.

“Vaksinasi tahap satu bagi 1000 masyarakat yang berusia 18 tahun keatas,” kata Dewi mewakili Rektor Unjani Hikmahanto Juwana.

Menurut dia, sudah semestinya semua pihak termasuk kampus mendukung program vaksinasi masal ini sebagai wujud keberadaan universitas ditengah masyarakat.

“Sesuai dengan arahan bapak KASAD Jenderal TNI Andika Perkasa selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Kartika Eka Paksi kepada bapak Rektor agar para mahasiswa, dosen (bidang ilmu kesehatan) dapat ambil bagian menjadi vaksinator,” ungkapnya.

Diharapkan melalui program gebyar vaksinasi kepada masyarakat ini, lanjut dia, Cimahi dan daerah lain di Indonesia bisa secepatnya menjadi zona hijau.

“Grafik semakin melandai, prekonomian kita kembali bangkit, masyarakat, mahasiswa, pelajar, profesional, bisa kembali beraktifitas, dan tentunya tetap menjaga prokes,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Pelaksana Gelar Vaksinasi Unjani, Iis Inayati, menjelaskan, jenis vaksin yang digunakan yakni “Astrazeneca” diperoleh atas bantuan Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Kesehatan.

“Melihat antusias masyarakat yang sangat tinggi, kami akan mencoba mengusulkan lagi untuk peserta yang lebih banyak, tentunya setelah pemberian vaksin tahap dua nanti,” ungkap Iis.

Adapun alaur pelaksanaannya adalah masyarakat yang sudah mendaftar sebelumnya, memverifikasi data, screening (wawancara/anamnesa), pemberian vaksin, pemberian obat (untuk persiapan jikaterjadi KIPI), observasiselama 30 menit untuk melihat reaksi vaksin, dan seterusnya pemberian kartuvaksin.

Sertifikatvaksin akan didapatkan peserta melalui sms dari 1199 atau dapat diunduh di web pedulilindungi.

Sementara yang dilibatkan dalam gebyar vaksinasi Unjani antara lain, Fakultas kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, dan Fakultas Farmasi bekerjasama dengan lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat (LPPM), serta pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Kesehatan, dan Yayasan Buddha Tzu Chi yang memberikan bantuan APD untuk panitia pelaksana.

“Untuk pelaksananya kita membentuk panitia kecil, yang didalamnya terdiri dari para dokter, dokter muda, mahasiswa, tenaga kependidikan dan melibatkan juga aparat keamanan kampus (outsourcing) yang kompeten dan sudah terbiasa. Kegiatan ini juga disupport oleh Yayasan Buddha Tzu Chi yang memberikan bantuan APD untuk panitia pelaksana,” tuturnya.

Adapun alaur pelaksanaannya adalah masyarakat yang sudah mendaftar sebelumnya, memverifikasi data, screening (wawancara/anamnesa), pemberian vaksin, pemberian obat (untuk persiapan jika terjadi KIPI), observasi selama 30 menit untuk melihat reaksi vaksin, dan seterusnya pemberian kartu vaksin.

“Sertifikat vaksin akan didapatkan peserta melalui SMS dari 1199 atau dapat diunduh di web pedulilindungi. Melihat antusias masyarakat yang sangat tinggi, kami akan mencoba mengusulkan lagi untuk peserta yang lebih banyak, tentunya setelah pemberian vaksin tahap 2 nanti,” ungkap Iis.***

 

Sumber: https://galamedia.pikiran-rakyat.com/news/pr-352403025/gandeng-lppm-dan-dinkes-kota-cimahi-unjani-gelar-suntik-vaksin-1000-warga

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *