Teknik Industri Universitas Jenderal A. Yani Mengadakan Webinar Bersama Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Bandung

Teknik Industri Universitas Jenderal A. Yani Mengadakan Webinar Bersama Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Bandung

(Humas Unjani) – Fakultas Teknologi Manufaktur (FTM) Universitas Jenderal A. Yani, tepatnya pada Jurusan Teknik Industri mengadakan webinar Industrial Engineering Career Path and Professional Challenges bersama dengan Jurusan Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Bandung. Kegiatan webinar dilaksanakan pada masa pandemi Covid-19 dan perpanjangan PPKM melalui aplikasi Zoom Meeting pada hari Sabtu (14/08/2021) siang dengan menghadirkan tiga narasumber. Ketiga narasumber tersebut yakni Ir. Honesti Basyir, M.M., Wisnu Bayu Pratama, S.T., M.T., Sri Yuni Oktarina, S.T., dan seorang keynote speaker, Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc., IPU.

Acara langsung ke bagian inti yaitu keynote speak dari Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung, Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc., IPU. Menurut Rektor, terdapat perubahan skill baru antara lain, complex problem solving, critical thinking, creativity, people management, coordinating with others, emotional intelligence, system skills, service orientation, negotiation, dan cognitive ability. Tujuannya yaitu, untuk karir seseorang dan kesuksesannya dikemudian hari.

Selanjutnya, merupakan paparan atau sharing dari Ir. Honesti Basyir, M.M., Direktur Utama PT. Bio Farma, dengan membahas Berkarir Sebagai Alumni Teknik Industri. Berdasarkan sharingnya, terdapat elemen-elemen kunci yaitu, membuka diri; jangan pernah menolak tugas (lakukan tugas tersebut yang diberikan), memiliki keunikan dan kekuatan masing-masing, makin banyak memberi makin banyak kita menerima, harus menjadi belajar dan mempelajari suatu hal dengan cepat, percaya diri, be a coach, dan membuat gaya kepemimpinan sendiri.

Narasumber kedua, Wisnu Bayu Pratama, S.T., M.T., Production Engineering Manager PT. Hino Motors Manufacturing Indonesia, hadir dengan membahas tentang Career atau Karir. Menurut Wisnu, terdapat soft skill dan hard skill yang harus dimiliki dan memiliki perbedaan antara staff level, management menengah, dan management teratas. Staff level harus memiliki 25% soft skill, 75% hard skill; management menengah harus memiliki 50% soft skill, 50% hard skill; dan management teratas, harus memiliki 75% soft skill, 25% hard skill. Terdapat beberapa cara untuk mendapatkan hard skill dan soft skill pada masa kuliah. Hard skill bisa didapatkan dengan cara di dalam mengikuti kelas, dalam praktek, dan presentasi kelas. Soft skill, bisa didapatkan dengan cara mengikuti Himpunan, BEM, dan sejenisnya, menjadi Asisten Lab, dan menjadi Asisten Dosen.

Materi terakhir yaitu dari Sri Yuni Oktarina, S.T., pemilik dari brand SYO. Sri mengatakan, dirinya tidak sengaja membuat Watchgallery Indonesia (jam tangan) pada tahun 2017 dan mencoba membuat Start Up Teknologi dari tahun 2015 hingga 2017.  Pada tahun 2017, Sri memiliki tekad serius dalam berwirausaha dan membuat brand SYO serta memproduksi busana muslim hingga saat ini.

Acara webinar berlangsung dengan baik dan menarik. Dengan demikian, acara berjalan sesuai yang diharapkan dan tidak ada gangguan selama kegiatan berlangsung.

 

Penulis: M. Ismail Mangkusubroto

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *