Kuliah Umum Wawasan Kebangsaan Mahasiswa Baru Universitas Jenderal Achmad Yani oleh Gubernur AKMIL

Kuliah Umum Wawasan Kebangsaan Mahasiswa Baru Universitas Jenderal Achmad Yani oleh Gubernur AKMIL

(Humas Unjani) – Guna menanamkan kehidupan berbangsa dan bernegara bagi mahasiswa baru Universitas Jenderal Achmad Yani Tahun Akademik 2021/2022, Gubernur Akademi Militer (AKMIL) Magelang, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Candra Wijaya, M.A. memberikan kuliah umum secara virtual Selasa (21/9).

Pemahaman wawasan kebangsaan yang harus dimiliki oleh setiap Warga Negara Indonesia, tidak boleh luntur meskipun kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang pesat. Era digitalisasi saat ini dirasakan dapat mengikis bahkan melupakan nilai-nilai wawasan kebangsaan. Oleh sebab itu, kehidupan  dalam berbangsa, bernegara, kesadaran bela Negara, pemahaman tentang Pancasila sebagai dasar negara atau ideologi negara, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika, pencegahan dan penanggulangan intoleransi, radikalisme, terorisme, dan penyebaran paham-paham yang bertentangan dengan ideologi negara, pemahaman hak dan kewajiban dalam upaya bela negara yang dilandasi cinta tanah air, serta pembinaan gerakan nasional revolusi mental, harus secara terus menerus diberikan pemahamannya, hingga tertanam didalam  jiwa setiap insan warga negara Indonesia. “Yang harus mahasiswa punya adalah integritas. Kalau itu tidak ada, maka kemajuan Indonesia emas di tahun 2045 akan sulit terwujud. Sebagai kaum intelektual yang memiliki kesempatan belajar secara formal di perguruan tinggi, kami berharap adik-adik mempunyai kemampuan akademis yang mumpuni. Itu bisa digapai kalau kita rajin membaca buku, memiliki kemampuan dalam menulis, dan kemampuan untuk menyampaikan pendapat”, ujar Candra dalam paparannya.

Pada kesempatan yang sama, Yosi Mokalu, seorang musisi, menyampaikan bagaimana etika dalam bermedia sosial melalui rekaman video. “Etika adalah sesuatu yang sudah muncul dengan sendirinya dalam kehidupan bermasyarakat. Etika itu berbicara tentang kesantunan. Perlu ada etika dalam bermedia sosial untuk menjaga keramahan dan kedamaian yang ada di sosial media,” ujar Yosi dalam video tersebut. Sangatlah penting untuk menanamkan etika dalam bermedia sosial, terutama bagi mahasiswa baru yang akan memulai pendidikan tinggi. Pada dasarnya ada lima etika yang perlu dimiliki ketika menggunakan media sosial, yaitu dapat memilah pesan, tidak mencantumkan data pribadi atau orang lain sehingga tidak disalahgunakan, memiliki sikap kritis dan mau berpikir sebelum membagikan sesuatu, menghargai ide atau karya orang lain dengan menyebutkan sumbernya, memperhatikan gaya bahasa yang digunakan, serta memperjelas nama dan gambar akun.

Penyampaian materi pada Pengenalan Kampus (PEKA) hari terakhir ditutup dengan kuliah umum yang disampaikan oleh Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. Uman Suherman, AS., M.Pd., dengan topik “Kiat Sukses Belajar di Perguruan Tinggi”. Tidak semua orang bisa kuliah, apabila kesempatan kuliah tidak digunakan dengan baik maka bukan kesuksesan yang didapat, melainkan kegagalan. Orang yang berhasil itu adalah orang yang mampu melewati tantangan, yang bisa membuat tantangan menjadi peluang, dan yang bisa menghadapi masalah menjadi hikmah, ujar Uman. Dalam paparannya lanjutannya, Beliau antara lain menyampaikan keterampilan masa kini yang harus dimiliki mahasiswa untuk bisa mendapatkan kesuksesan, yaitu integritas, harga diri, personal responsibility, dan social responsibility.

 

Penulis: Salsabyla Fitrian Shidiq (Farmasi’19)/Winda Pramudita (Akuntansi’19)

Editor: Suhaeli Nasution/M. Ismail Mangkusubroto

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *