Peduli Kesehatan Masyararakat di Kota Cimahi, FK Universitas Jenderal A. Yani Gagas Sosialisasi dan Pendampingan bagi UMKM

Peduli Kesehatan Masyararakat di Kota Cimahi, FK Universitas Jenderal A. Yani Gagas Sosialisasi dan Pendampingan bagi UMKM

(Humas Unjani) – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Jenderal Achmad Yani menyelenggarakan webinar pengabdian masyarakat (pengmas) dengan tema “Sosialisasi dan Pendampingan Pencegahan Penularan Covid-19 – Di Kalangan UMKM untuk Meningkatkan Kepercayaan Konsumen di Kota Cimahi”. Acara yang  berlangsung secara virtual melalui Zoom Meeting Rabu (22/09/2021) lalu, diisi oleh tiga narasumber yang berbeda profesi, yang dipandu moderator Dr. Harun Heri Trismiyanto, S.E., M.M., (dosen FK Unjani).

Dekan FK Universitas Jenderal Achmad Yani, Dr. dr. Sutrisno, S.H. M.A.R.S., M.H.Kes., yang turut hadir secara virtual dalam kata sambutannya mengungkapkan bahwa keberadaan FK Universitas Jenderal A. Yani harus dirasakan manfaatnya ditengah masyarakat, khususnya di kota Cimahi. Sebagai wujud kepedulian pada situasi bencana pandemi Covid-19, FK beberapa kali sudah memberikan pelatihan-pelatihan ataupun sosialisasi bidang kesehatan di instansi dilingkungan pemerintah Kota Cimahi dan instansi lainnya antara lain Polres Cimahi dan salah satu puskesmas serta perhimpunan/pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM)  di Kota Cimahi. Selain itu, sesuai konsentrasinya dalam bidang kedaruratan medik dan bencana, FK juga telah memberikan pelatihan-pelatihan penanganan/pertolongan bagi korban bencana jika terjadi bencana bagi masyarakat dilingkungan Kota Cimahi dan sekitarnya agar merasa aman, sejahtera dan terbebas dari bencana. Melalui webinar kali ini Sutrisno berharap sejalan dengan melandainya pandemi covid-19, masyarakat / konsumen yang melakukan aktifitas berbelanja kebutuhan primer dan skunder, jajan dan lain-lain, merasa aman karena pelaku usahanya (UMKM) mendapat sosialisasi dan pendampingan tentang bagaimana berjualan/memasarkan produk yang baik sesuai prokes ditengah pandemi Civid-19, khususnya dimasa PPKM. Semoga ini memberikan manfaat untuk semua masyarakat, ungkap Sutrisno.

Senada dengan Dekan FK, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Jenderal Achmad Yani, Dr. Agus Subagyo, S.IP., M.Si. menyatakan sangat mendukung kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh tiap fakultas, khususnya FK Universitas Jenderal Achmad Yani. Apalagi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. “Kami dari universitas sangat mendukung sekali semua kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh fakultas – fakulas khususnya oleh Fakultas Kedokteran. Fakultas yang menjadi fakultas unggulan yang ada di Universitas Jenderal Achmad Yani dan menjadi ujung tombak bagi Universitas Jenderal Achmad Yani”, ujar Agus.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRD Jawa Barat , Dr. Hj. Ineu Purwadewi Sundari, S.Sos., M.M. yang turut hadir secara live virtual dalam sambutannya antara lain mengatakan bahwa pandemi Covid-19 memberikan pelajaran dimana masyarakat dan kita semua harus berpikir untuk terus bangkit. DPRD memiliki bagian untuk dapat berkolaborasi dengan kampus, masyarakat, UMKM, industri dalam rangka pecegahan Covid-19 untuk meningkatkan perekonomian, khususnya di wilayah Provinsi Jawa Barat.

Pemateri webinar, dr. Ali Taufan, MH.Kes. (Dosen FK Universitas Jenderal A. Yani) yang mengupas tuntas “Corona Virus” dalam paparannya antara lain menyebutkan bahwa Corona Virus (Covid-19) termasuk kedalam keluarga besar yang biasanya menginfeksi hewan, namun saat ini berevolusi dan telah menjangkit manusia. Beberapa cara penularan virus dan bakteri, diantaranya kontak langsung dengan orang atau binatang yang terinfeksi, kontak tak langsung dengan menghirup udara atau terkena cairan orang yang terinfeksi, dan bersentuhan dengan benda yang terkontaminasi. Ali juga mengatakan bahwa berdasarkan penelitian di Amerika, penggunaan masker dobel, masker medis dilapisan dalam, masker kain dilapisan luar, sangat membantu dalam menangkal virus-virus dengan varian baru. Terakhir, Ali mengingatkan agar masyarakat melakukan vaksinasi. Dengan melakukan vaksinasi, maka akan membantu sistem kekebalan tubuh, melawan inveksi secara efisien dengan mengaktifkan respon tubuh terhadap penyakit tertentu.

Era digitalisasi, pandemi Covid-19, PPKM, pelaku usaha harus lebih berpikir kreatif dan inovatif untuk tetap bertahan. Untuk itu praktisi usaha online, Rizki Desaina Losalia (Tokopedia) dalam paparannya antara lain menyampaikan di masa pandemi saat ini kebutuhan belanja online meningkat. Survey Nextren mendata bahwa 143 juta penduduk Indonesia telah terhubung dengan internet, dan 83% masyarakat ke toko offline untuk melihat barang yang kemudian membelinya secara online, serta 70% masyarakat sering berbelanja secara online daripada offline. Selain itu, apabila kita ingin menjual produk ada beberapa tipsnya yakni, membuat halaman produk yang menarik, pakai foto produk yang menarik, menuliskan deskripsi produk yang detail, dan memberikan harga produk yang kompetitif. Adapun langkah untuk memberikan pelayanan yang baik seperti cepat membalas pesan, cepat memproses pesanan, kemasan yang dibuat menarik dan aman, menanggapi komplain pembeli dengan sabar, dan komunikasi ramah dengan pembeli.

Narasumber webinar ke 3 dalam webinar kali ini, Asep Maryadi (Ketua Kadin Kota Cimahi), yang juga pelaku usaha yang turut terdampak akibat pandemi covid-19,  dalam paparan singkatnya mengajak sharing pengalaman. Bahwa benar Covid-19 sangat berdampak kepada perdagangan dan perekonomian, sehingga omset yang dimiliki oleh beliau turun drastis sekitar 85%, ucap Asep. Sebagai pelaku usaha yang terdampak, membuatnya memutar balik pemikiran untuk lebih kreatif, agar tetap mendapatkan bagian insentif. Sehingga melakukan  investasi yang berkontribusi kepada kebutuhan dimasa pandemi, seperti usaha pembuatan masker, hijab ataupun usaha lainnya. Perjalanan usaha seseorang tidak memiliki batas, namun kita juga harus memiliki izin terhadap usaha yang akan dikembangkan. Dengan adanya izin, maka orang lain akan mempercayai usaha kita. Selain perizinan, kita memerlukan testimoni dari pelanggan karena 80% masyarakat sebelum melakukan pembelian terhadap produk akan melihat terlebih dahulu testimoninya. Pada masa pandemi Covid-19 saat ini, kita tidak dapat menghindarinya. Namun kita perlu mengubah pola pikir dan tata cara bekerja yang kita lakukan.

 

(M. Ismail Mangkusubroto/Suhaeli Nasution)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *