Webinar: Prodi Teknik Industri FTM Universitas Jenderal A. Yani Dalam Rangka Persiapan MBKM

Webinar: Prodi Teknik Industri FTM Universitas Jenderal A. Yani Dalam Rangka Persiapan MBKM

(Humas Unjani) – Dalam rangka persiapan untuk melaksanakan kurikulum Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM), Prodi Teknik Industri FTM Universitas Jenderal A. Yani menyelenggarakan webinar terkait hal ini. MBKM adalah salah satu program pemerintah yang diluncurkan oleh Nadiem Anwar Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tahun 2020. MBKM diluncurkan dalam rangka menyiapkan lulusan pendidikan tinggi yang tangguh dalam menghadapi perubahan.

Webinar ini dibuka dan opening speech oleh Rektor Universitas Jenderal A. Yani, Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M., Ph.D. Pada sambutannya, Rektor mengungkapkan terkait dengan MBKM, ada tiga hal yang harus dilakukan oleh Kepala Program Studi (Kaprodi). Pertama, inovasi dan improvisasi para Kaprodi bagaimana caranya agar program MBKM bermanfaat bagi para mahasiswa. Selain itu, Rektor juga menginginkan agar para Kaprodi bisa bermanuver untuk menunjukkan ke-khasan dari Universitas Jenderal A. Yani pada kurikulum MBKM. Kedua, Rektor berharap bahwa Kaprodi bisa memastikan, yang telah dicanangkan dapat diterima oleh dosen serta mahasiswa dan dapat memanfaatkan fasilitas serta infrasruktur. Terakhir, Rektor juga menekankan bahwa setiap Kaprodi harus bisa menggalang kerjasama dengan universitas lain.

Acara masuk ke bagian inti yakni paparan dari narasumber pertama, Dr. Dadan Rahadian (Wakil Rektor I Bidang Akademik – Telkom University). Menurut Dadan, ada beberapa hal yang menjadi tantangan MBKM. Terdapat 7 poin yang menjadi tantangan antara lain, zona nyaman kurikulum lama, inisiator program, dosen fasilitator atau penggerak, credit earnings, capaian pembelajaran lulusan, waktu pelaksanaan MBKM, dan outcome-based education (OBE).

Selanjutnya, paparan tak kalah menarik dari narasumber kedua, Ir. Ayu Bidiawati, S.T., M.Eng., IPM., ASEAN Eng. Beliau merupakan Wakil Dekan Fakultas Teknologi Industri, Universitas Bung Hatta Padang. Ayu mengatakan, terdapat 8 bentuk pembelajaran sesuai dengan Permendikbud No. 3 Tahun 2020 Pasal 15 Ayat 1 dan dapat dilakukan di dalam prodi maupun di luar prodi. Ke-8 poin tersebut yaitu pertukaran pelajar, magang atau praktik kerja, asistensi mengajar disatuan pendidikan, penelitian atau riset, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, studi independen, dan KKN. Dalam mengimplementasikan kebijakan MBKM, terdapat pada tingkatan universitas dan juga tingkatan fakultas atau prodi. Universitas membuat kebijakan atau peraturan dan pedoman implementasi MBKM serta memperkuat sistem pendukung implementasi tersebut. Lalu, ditingkat fakultas melakukan penyesuaian kurikulum MBKM, penguatan fungsi PA dalam MBKM, dan penguatan fungsi penjaminan mutu dalam rekognisi ekuivalensi mata kuliah MBKM. (M. Ismail Mangkusubroto)

 

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *