Gebyar 1000 Vaksin Bagi Warga Masyarakat, FTM Universitas Jenderal Achmad Yani Fasilitasi Tempat

Gebyar 1000 Vaksin Bagi Warga Masyarakat, FTM Universitas Jenderal Achmad Yani Fasilitasi Tempat

(Humas Unjani) – Warga masyarakat Kecamatan Kiara Condong (kelurahan Kebon Kangkung, Sukapura, Kebon Jayanti, Babakan Sari, Babakan Surabaya, dan Cicaheum) Kota Bandung, antusias mengikuti Vaksinasi tahap 1 yang dilaksanakan selama 3 hari, mulai Senin (27/09) hingga Rabu (29/9) di area dan gedung serba guna kampus Universitas Jenderal Achmad Yani, Fakultas Teknologi Manufaktur, Jl Terusan Jenderal Gatot Subroto Bandung. Kegiatan tersebut di inisiasi oleh Ketua lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM) Kecamatan Kiara Condong, Dirmansyah selaku ketua pelaksana,  dibantu oleh LPM tingkat Kelurahan, perangkat kelurahan lainnya, bersama Puskesmas dan Fakultas Teknologi Manufaktur (FTM) Universitas Jenderal Achmad Yani berkolaborasi sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat. Dirmansyah yang juga alumni Teknik Sipil (‘89) Fakultas Teknik Universitas Jenderal Achmad Yani merasa sangat senang, bangga dan apresiasi kepada pimpinan Universitas Jenderal Achmad Yani atas diberikannya ijin tempat dan penggunaan sarana/prasarana lainnya dalam   pelaksanaan vaksinasi tersebut. Terima kasih kepada pa Rektor dan jajaran, juga kepada Fakultas Kedokteran, atas bantuan tenaga kesehatan (nakes) melalui Sekretaris Satgas Covid-19 Unjani dr. Iis Inayati Rakhmat, M.Kes., ucap beliau saat dikonfirmasi.

Pada pelaksanaan vaksinasi hari pertama Wakil Rektor 1 bidang akademik Universitas Jenderal Achmad Yani Dr. Agus subagyo, S.I.P., M.Si., bersama wakil Rektor 3 bidang kemahasiswaan, kerjasama dan alumni, dr. Dewi Ratih Handayani, M.Kes., turut hadir dan memantau secara langsung pelaksanaan vaksinasi tersebut  mewakili Rektor Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., L.L.M., Ph.D., yang berhalangan hadir.

Kepala UPT Puskesmas Babakan Sari, dr. Gemi Hafitiani selaku penanggung jawab medis pelaksanaan vaksinasi, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa tenaga kesehatan yang bertugas berasal dari Puskesmas dari wilayah kecamatan Kiara Condong, ada juga bantuan relawan vaksinator 9 orang dari FK Unjani. Jenis vaksin yang digunakan sinovac  dosis 1 untuk usia anak mulai dari 12 tahun, 17 tahun hingga lansia. Kami menargerkan per hari 1500 orang, namun kalau permintaan masyarakat tinggi kami siap hingga 2000, ucap Gemi. Dokter Gemi yang juga merupakan alumni FK  Universitas Jenderal Achmd Yani (’97) menghimbau kepada masyarakat agar jangan takut divaksin, insya Allah halal dan aman, kalau ada kesempatan secepatnya untuk divaksin. Dengan sudah divaksin akan membentuk anti body, kalaupun kita terpapar Insya Allah tidak akan terlalu berat. Ini salah satu impian kami selain prokes juga divaksinasi, dan yang sudah divaksin tetap meningkatkan prokes, tambah Gemi.

Camat Kiara Condong, Dra. Rina Dwi Yanti, M.Si., yang juga hadir memantau pelaksanaan vaksinasi pada hari ke 2 saat dikonfirmasi antara lain mengatakan  kami selaku pemerintah tentunya tidak mampu melaksanakan sendiri vaksinasi untuk warga masyarakat Kiara Condong tanpa adanya bantuan ataupun kolaborasi seperti ini. Dengan bergabung bersama-sama seluruh elemen yang ada di masyarakat melawan Covid-19 Insya Allah Covid akan segera lenyap dari muka bumi. Selain itu, Alhamdulillah dengan adanya vaksinasi ini grafik peningkatan pasien terpapar dan yang meninggal terus melandai, dan saat ini warga kami sekitar 60 persen sdh divaksin, sehingga herd immunity / kekebalan kelompok dimasyarakat semakin membaik, ungkap Rina.

Dekan Fakultas Teknologi Manufaktur Adi Ganda Putra, S.T., M.T. yang ditemui di ruang kerjanya mengatakan kami siap memberikan fasilitas tempat dan mendukung kegiatan vaksinasi masal seperti ini, tentunya mahasiswa kami juga dapat memanfaatkan momentum ini untuk ikut divaksin. Insya Allah pada perkuliahan tatap muka (PTM) yang kami rencanakan pada semester genap nanti dapat terlaksana, tentunya tetap berpedoman kepada himbauan pemerintah, dan syaratnya adalah semua sudah divaksin baik mahasiswa, dosen maupun tenaga kependidikan (tendik), ungkap Adi.**

Penulis: Suhaeli N

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *