Webinar Nasional: Siap Menjadi Mahasiswa Produktif Bersama UKMI Al-Hidayah Universitas Jenderal A. Yani

Webinar Nasional: Siap Menjadi Mahasiswa Produktif Bersama UKMI Al-Hidayah Universitas Jenderal A. Yani

(Humas Unjani) – UKMI (Unit Kegiatan Mahasiswa Islam) Al-Hidayah Universitas Jenderal A. Yani mengadakan webinar nasional dengan tema Siap Menjadi Mahasiswa Produktif melalui aplikasi Zoom Meeting. Kegiatan webinar ini dilaksanakan pada hari Minggu (3/10/2021) pagi dan menghadirkan Gardian Muhammad Abdullah (CEO Gerakan Mengajar Desa) sebagai narasumber tunggal pada kegiatan ini.

Acara masuk ke bagian inti yaitu paparan presentasi dari narasumber, Gardian Muhammad Abdullah. Bicara terkait dengan produktif, produktif berarti dapat memberdayakan, saling memberdayakan, aktifitas itu bernilai valueable, dapat manfaat untuk diri sendiri maupun orang lain. Maka dari itu, jika ingin produktif berarti siap memberdayakan satu sama lain.

Terdapat beberapa cara untuk menjadi produktif. Disiplin dan konsisten, salah satu caranya adalah dengan menetapkan tujuan, dan paksakan diri dengan pembiasaan di hari ke 21 atau 40 hari awal. Sebuah teori menyatakan, jika telah terbiasa dihari-hari awal tersebut, setelah dilaksanakan akan terbiasa dan menjadi sebuah kebiasaan. Hal ini dikarenakan sudah menjadi siklus dalam kehidupan. Fokus dan atur prioritas, atur waktu sebaik mungkin. Harus dapat memilih mana yang berdampak dan tidak. Cari hal yang baru dan jangan ragu untuk menambah pertemanan. Produktif tidak harus mengikuti organisasi, perlombaan atau seminar. Produktif artinya kita dapat maksimal pada hal disukai karena tidak semua orang sama, maka kita harus jadi yang terbaik dibidang yang diminati. Terakhir, kita juga harus bisa untuk berkolaborasi. Sebagai makhluk sosial, manusia harus dapat berkolaborasi dengan yang lainnya karena setiap manusia memiliki pandangan yang berbeda-beda.

Selain itu juga, ada empat tipe pemuda Indonesia. Diantaranya, pintar tapi tidak peduli, peduli tapi tidak pintar, tidak pintar dan tidak peduli, dan pintar dan peduli. Apabila ingin menjadi mahasiswa produktif, kita harus menjadi pemuda yang ke-4 peduli dan pintar. Jangan memkasakan mengikuti apa yang tidak disukai atau dikuasai karena setiap orang memiliki keistimewaan masing-masing, mempunyai kelebihan dan bagian-Nya masing-masing dari produktif.

Pemuda memiliki masa depan, pemuda pintar dan peduli, dan menjadi pemuda yang mengubah Indonesia. Berkontribusi, bersosialisasi dan jangan lupa untuk mengamalkan apa yang diajarkan oleh agama yakni berdo’a dan sholat. (M. Ismail Mangkusubroto)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *