Universitas Jenderal Achmad Yani Gagas Desa Binaan

Universitas Jenderal Achmad Yani Gagas Desa Binaan

(Humas Unjani) – Dalam rangka meningkatkan kemajuan pembangunan didesa memalui pengingkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Pusat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Achmad Yani mengadakan workshop dengan tema “Sinergi dan Kolaborasi Perguruan Tinggi dengan Pemerintah Daerah dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa melalui Desa Binaan” pada hari Kamis (07/10/2021) di Ruang Rapat Rektorat Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi secara virtual (Zoom Meeting).

Acara tersebut turut dihadiri oleh Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani, Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M., Ph.D. secara daring, Kepala Pusat LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani, Dr. Dadan Kurnia, S.IP., M.Si. beserta jajarannya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kab. Bandung, Drs. H. Tata Irawan, Kepala Bidang Administrasi Desa DPMD Kab. Bandung Barat, Drs. Rambey, S.P., M.Si., serta para Dekan dan para Wakil Dekan 1 fakultas di lingkungan Universitas Jenderal Achmad Yani.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa peran dari perguruan tinggi sangat penting, bukan hanya memberikan komentar, namun bisa terjun langsung dalam hal pengabdian masyarakatnya. “Para dosen harus mempunyai attachment, sehingga aparatur dan masyarakat desa merasakan kehadiran perguruan tinggi,” ujar Hikmahanto. Rektor juga mengungkapkan menyambut baik gagasan Pusat LPPM dan ini harus dapat dimanfaatkan oleh semua program studi dari 10 fakutas yang ada, tidak hanya salah satu saja, ungkap Rektor. Selain itu, Rektor juga berharap agar semua Kepala Program Studi bisa mendorong para dosen, para mahasiswa pun harus paham dengan keadaan desa, karena jika nanti menjadi seorang pemimpin, pemimpin tersebut sudah tau keadaan rakyatnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kab. Bandung, Drs. H. Tata Irawan, yang menyampaikan paparan tentang gambaran keadaan desa, visi dan misi, potensi yang dimiliki beserta georafinya, diharapkan dapat membuka wawasan, motivasi dan inspirasi bagi para dosen dan para mahasiswa untuk dapat ikut berkarya, berkreasi,dan berinovasi dalam meningkatkan kemajuan Desa. Data terkini dari 270 Desa yang ada di Kab. Bandung ada pada kami di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), ucap Tata. Tata juga menyampaikan tentang berbagai permasalahan yang ada di Desa-Desa, khusunya dalam hal SDM saat pemilihan kepala Desa, dan tentang pemanfaatan program-program dana Desa, indikator Indeks Desa Membangun (IDM), yang terdiri dari sosial, ekonomi, dan lingkungan. Dengan hadirnya perguruan tinggi di Desa-Desa diharapkan dapat meningkatkan kapasitas para Kepala Desa dan Perangkat Desa, serta pemberdayaan masyarakat.

Sedangkan Drs. Rambey, S.P., M.Si. selaku Kabid Administrasi Desa DPMD Kab. Bandung Barat, yang memiliki 165 Desa yang tersebar di 16 Kecamatan, dalam penyampaian materinya hanya menambahkan sedikit dari materi yang telah disampaikan Kadis PMD Kab. Bandung, antara lain mengatakan untuk bisa masuk ke Desa, terdapat dua jalur, yakni jalur pemerintah dan jalur kerjasama dengan Desa. Kerjasama dengan Desa dibedakan menjadi kerjasama Desa dengan Desa, Desa dengan pemerintah, dan Desa dengan pihak ketiga. Ini semua sudah di atur dalam Undang-Undang atau regulasi yang ada, ungkap Rambey. Penyampaian materi dari kedua narasumber tersebut dipandu oleh moderator, Drs. Iing Nurdin, M.Si., Ph.D.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pusat LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan desa binaan ini diharapkan dapat memfasilitasi dari berbagai kegiatan penelitian dan kegiatan pengabdian masayarakat serta penerapan hasil penelitian para dosen yang dapat bermanfaat bagi masyarakat di pedesaan, sehingga dapat berkontribusi/membantu pemerintah dalam pemerataan pembangunan dan peningkatan kapasitas Desa. Potensi dan kompetensi yang dimiliki para dosen dan mahasiswa dari sekitar 40 Program Studi saat ini akan kami petakan, sinergis dan kolaborasi dari berbagai disiplin ilmu, untuk dapat melaksanakan penelitian maupun pengabdian masyarakat di Desa-Desa yang nantinya menjadi Desa binaan, ucap Dadan, saat dikonfirmasi.

 

Penulis: Salsabyla Fitrian Shidiq – Farmasi 2019

Editor: Suhaeli Nasution//M. Ismail M.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *