Peringati Sumpah Pemuda, MIP FISIP Universitas Jenderal A. Yani Mengadakan Webinar Nasional Bersama PDRI

Peringati Sumpah Pemuda, MIP FISIP Universitas Jenderal A. Yani Mengadakan Webinar Nasional Bersama PDRI

(Fokus Banten) – Bekerjasama dengan Persatuan Dosen Republik Indonesia (PDRI), Magister Ilmu Pemerintahan (MIP) FISIP Universitas Jenderal Achmad Yani mengadakan webinar nasional. Webinar ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda dan kegiatan dilaksanakan pada Rabu (27/10) secara virtual. Webinar ini juga diikuti oleh kurang lebih 100 Peserta dari seluruh Indonesia.

Selaku Ketua Umum DPP Persaudaraan Dosen Republik Indonesia (PDRI), Dr. Ahmad Zakiyuddin, S.IP., M.I.Kom yang juga Dosen FISIP Universitas Langlangbuana, mengajak kaum muda untuk bangkit dan bersatu dalam membumikan nilai-nilai Sumpah Pemuda dengan meningkatkan kolaborasi dan sinergitas untuk mewujudkan kemakmuran dan kedaulatan bangsa.

Dalam kegiatan ini, hadir sebagai narasumber yaitu Sekjen Ombudsman RI Dr. Suganda Pandapotan Pasaribu, AP, M. Si, M.Si, Pabandya Wanwil Sterdam IX/UDY Mayor Inf. Vinsenslaus Jemudin S.Sos, MIP, Pengurus Lembaga Dakwah PBNU dan Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat K. H. Abdul Muiz Ali, Dosen MIP FISIP Universitas Jenderal Achmad Yani, Dr. Rira Nuradhawati, S.IP, M.Si, dan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas Jenderal Achmad Yani, Muhammad Aldi Rahmandika.

Dalam paparan strategisnya Suganda mengungkapkan, “Kreatif adalah hal yang penting karena pemuda itu identik dengan kata kreatif karena sikap dan perilaku yang mencerminkan ide dan inovasi dalam memecahkan berbagai masalah ini adalah sesuatu yang identik dengan kepemudaan apalagi di zaman sekarang zaman revolusi industri dan society 5.0 dimana inovasi diperlukan karena apa karena yang namanya teknologi itu akan hidup bersama dengan kita dan akan mempermudah kita.”

Sementara itu, Mayor Inf. Vinsenslaus dalam makalahnya, mengungkapkan jasa tokoh-tokoh terdahulu yang telah mengambil suatu keputusan yang baik untuk menunjukan kepada dunia siapa sesungguhnya Indonesia. Semangat Sumpah Pemuda ini tentu membantu kita semua untuk meneladani para pendahulu. begitu juga bagaimana tahun 1945 pada saat anak anak muda memaksa Ir Soekarno untuk memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia adalah kontribusi para pemuda yang secara bersama sama berkreasi bersama.

Dalam tinjauan yang lain Pengurus Lembaga Dakwah PBNU dan Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat K.H. Abdul Muiz Ali menyoroti persoalan perlawanan kebudayaan, Menurutnya perang melawan kebudayaan bagi pemuda adalah tidak meniru budaya-budaya yang merongrong, budaya yang merusak moral, rakyat Indonesia memiliki budaya dan falsafah yang suci yaitu gotong royong kemudian saling asih saling asuh saling membantu dan kemudian munculah sikap toleransi dan tenggang rasa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika yaitu sekalipun berbeda budaya dan agama tetapi tetap bersatu.

Dr. Rira Nuradhawati, S.IP., M.Si, juga menyampaikan bahwa reaktualisasi sumpah pemuda di era digital bisa dilakukan dengan pembaharuan atau penyegaran dalam nilai-nilai adat yang ada di masyarakat.

Sedangkan Muhammad Aldi Rahmandika dalam paparan menyampaikan, bahwa sesuai Undang-Undang Kepemudaan N0. 40 Tahun 2019 yang disebut pemuda itu adalah yang berusia 16 sampai 30 tahun. “Menjadikan Pemuda Sibuk adalah sangat penting dalam reaktualisasi pemuda saat ini,” Pungkas Aldi.

Webinar Nasional Dalam Rangka Memperingati Hari Sumpah Pemuda 2021 bertema “Reaktualisasi Sumpah Pemuda di Era Digital” dan diharapkan dapat dijadikan sebagai motivasi pemuda agar membangun Indonesia yang lebih baik.

 

Sumber: www.fokusbanten.com/2021/10/27/dorongan-mip-unjani-dan-pdri-kepada-kaum-muda-terhadap-nilai-nilai-sumpah-pemuda/

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *