Pengmas FK Universitas Jenderal A. Yani Dalam Rangka Mendeteksi Dini Sindrom Metabolik

Pengmas FK Universitas Jenderal A. Yani Dalam Rangka Mendeteksi Dini Sindrom Metabolik

(Fakultas Kedokteran) – Saat ini jumlah Penyakit Tidak Menular (PTM) cukup besar dan menyebabkan angka kesakitan dan kematian yang cukup besar. Secara global, PTM penyebab kematian nomor satu setiap  tahun adalah penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler). Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa lebih dari 17 juta orang di seluruh dunia meninggal akibat penyakit jantung dan pembuluh darah. Berdasarkan data Riset Kesehatan    Dasar (Riskesdas) tahun 2018, kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah terus meningkat dari tahun ke tahun. Sedikitnya 15 dari 1000 orang atau sekitar 2.784.064 orang di Indonesia menderita penyakit jantung. Penyakit kardiovaskular seringkali menyerang usia produktif.

Maka dari itu, tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Jenderal A. Yani pada 30 Oktober dan 7 November 2021, melaksanakan pengmas di Kelurahan Cibeber, Cimahi. Kegiatan ini dilaksanakan dengan skrining sindrom metabolik dan edukasi faktor risiko terutama untuk warga yang memiliki riwayat hipertensi.

Ketua pelaksana, dr, Iis Inayati Rakhmat, M.Kes mengatakan, “Deteksi dini sindrom metabolik sangat penting sebagai pencegahan primer dan sekunder penyakit kardiovaskular. Deteksi dini faktor risiko penyakit kardiovaskular terutama dilakukan untuk mencari faktor risiko sindrom metabolik yaitu peningkatan lingkar pinggang atau disebut obesitas sentral, tekanan darah tinggi,   peningkatan kadar gula darah (hiperglimemia) dan peningkatan kadar lemak darah (dislipidemia)”.

Pada Pengmas kali ini, FK Universitas Jenderal A. Yani berkordinasi dengan Puskesmas Cibeber, Cimahi. Kepala Puskesmas Cibeber, dr. Oviyanti Eka Hapsari dan Kordinator PTM Puskesmas Cibeber, Ibu Lisnawati, SKM. menyambut dengan antusias pelaksanaan Pengmas ini “karena sejalan dengan program Puskesmas”, ungkap mereka.

Dibantu para kader setempat, kegiatan deteksi dini Sindrom Metabolik ini dilakukan melalui beberapa pemeriksaan, yaitu: (1) pemeriksaan antropometri meliputi berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh, dan lingkar pinggang, (2) tekanan darah, dan (3) pemeriksaan darah untuk memeriksa kadar gula  darah puasa dan profil lemak yang meliputi kadar trigliserida dan kolesterol HDL sebagai indikator Sindrom Metabolik. Selain itu, dilakukan juga wawancara terkait aktivitas fisik dan asupan makanan yang juga memengaruhi kejadian sindrom metabolik.

Sasaran dari kegiatan pengabdian ini adalah warga RW 01 Kelurahan Cibeber yang berdasarkan data dari Puskesmas Cibeber Cimahi merupakan RW dengan angka kejadian hipertensi paling banyak. Ini merupakan kelompok  yang rentan terkena sindroma metabolik. Warga RW 01 yang menjadi sasaran kegiatan ini menyambut baik kegiatan ini, dibuktikan dengan berbondong-bondongnya mereka yang ingin dilakukan pemeriksaan oleh tim Pengmas FK Universitas Jenderal A. Yani.

 

Sumber: dr. Iis Inayati Rakhmat, M.Kes. (Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal A. Yani)

Editor: M. Ismail

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *