167 Apoteker Baru Universitas Jenderal A. Yani Melaksanakan Pengambilan Sumpah dan Penyerahan Ijazah

167 Apoteker Baru Universitas Jenderal A. Yani Melaksanakan Pengambilan Sumpah dan Penyerahan Ijazah

(Humas Unjani) – Universitas Jenderal A. Yani melaksanakan Pengambilan Sumpah dan Penyerahan Ijazah Profesi Apoteker pada Kamis (11/11) di Ballroom Hotel Grand Aquila, Bandung. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan luring dengan menghadirkan perwakilan 11 mahasiswa predikat pujian serta tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

Berdasarkan berita acara yang dibacakan oleh Wakil Dekan I Fakultas Farmasi Universitas Jenderal A. Yani, Universitas Jenderal Achmad Yani meluluskan sebanyak 167 apoteker baru yang terdiri dari 164 mahasiswa angkatan XXX dan 3 mahasiswa angkatan XXIX.

Sebelum melaksanakan pengambilan sumpah, lulusan apoteker baru telah melaksanakan Ujian Kompetensi Apoteker Indonesia (UKAI) pada 25-26 September 2021. Berdasarkan Yudisium pada 5 Oktober 2021, predikat kelulusan lulusan apoteker baru mendapatkan rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,74 dengan peringkat tertinggi 4,00.

Sementara itu, kegiatan ini dihadiri oleh tamu undangan baik internal maupun eksternal. Tamu undangan internal yang hadir, yaitu Ketua BPH Universitas Jenderal A. Yani yang diwakilkan oleh Sekretaris BPH, Rektor Universitas Jenderal A. Yani yang diwakilkan oleh Wakil Rektor I, Dr. Agus Subagyo, S.IP., M.Si., Wakil Rektor II yang diwakilkan oleh Kepala Biro SDM, Kolonel CKU Purn. Asrul Kudhy, SM. Sedangkan tamu undangan eksternal yang hadir, yaitu apt. Drs. Nurul Falah Eddy Pariang dari Komite Farmasi Nasional (KFN), apt. Farhan, M.Farm. dari Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI), drg. Juanita Paticia Fatima, MKM. dari Dinas Kesehatan Jawa Barat (Dinkes Jabar).

Dalam sambutannya, Perwakilan PP IAI, apt. Farhan M.Farm, menyampaikan bahwa  kelulusan tahun ini sedikit menurun karena kualitas dan variasi soal yang meningkat, meskipun nilai batas lulusnya tidak berubah, tetapi hal tersebut tidak menjadi penghalang untuk Universitas Jenderal A. Yani yang tetap meluluskan apoteker baru dengan jumlah yang tidak sedikit.

apt. Farhan juga menyampaikan bahwa prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah apoteker merupakan model yang ideal dan satu-satunya model pengambilan sumpah yang ditetapkan Permenkes yang melibatkan tiga pemangku kepentingan pemerintah yang diwakili oleh KFN, IAI sebagai organisasi profesi, dan Universitas Jenderal Achmad Yani sebagai wakil institusi pendidikan.

Dokumen yang diterima apoteker baru, meliputi ijazah atau sertifikat profesi, sertifikat kompetensi, surat sumpah, dan Surat Tanda Registrasi Apoteker (STRA). Meskipun kali ini para lulusan apoteker baru mendapatkan STRA dalam bentuk hardfile, pada lima tahun kedepan setelah masa berlaku STRA habis, STRA akan diberikan dalam bentuk dokumen softcopy dengan masa pembuatan one day service. Sebagai penutup dalam sambutannya, apt. Farhan berpesan untuk bijak dalam bermedia sosial, karena akhir-akhir ini banyak kritikan untuk profesi apoteker yang disampaikan lewat media sosial dan cenderung mengarah ke nama baik profesi.

Dalam kesempatan yang sama, apt. Drs. Nurul Falah Eddy Pariang dari KFN menyampaikan pidato sambutannya mengenai syukur, ikhtiar, dan doa. Sebelum masuk ke pesan dan harapan, apt. Drs. Nurul Falah menyampaikan treatment dari KFN untuk apoteker agar dapat meningkatkan kualitas kerja, yaitu melakukan registrasi yang didasarkan pada sertifikat kompetensi, pendidikan berkelanjutan, serta pembinaan dan pengawasan sehingga apoteker yang berkualitas adalah apoteker yang professional dalam hal demonstrate, skill, knowledge, attitude. Masuk ke pesan dan harapannya, apt. Drs. Nurul Falah berpesan untuk para lulusan apoteker baru agar jangan lupa mengucap rasa syukur. “Jaga terus nama baik apoteker, cari booster agar tetap menjadi nomor satu,” tutur apt. Drs. Nurul Falah.

Sementara itu, Rektor Universitas Jenderal A. Yani, Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M., Ph.D dalam video sambutannya menyampaikan pesan kepada para lulusan apoteker baru agar selalu ingat kepada orang tua dan ibu asuh, yaitu almamater Universitas Jenderal A. Yani. “Jangan sampai mengkhianati pengorbanan orang tua, sehingga saat sudah sukses menjadi apoteker, tidak lupa untuk membahagiakan orang tua,” pesan Rektor Hikmahanto.

 

Penulis: Salsabyla Fitrian Shidiq (Farmasi 2019)

Editor: M. Ismail

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *