FK Universitas Jenderal A. Yani Mengadakan Kegiatan Pengabdian Masyarakat “PEDULI DEMENSIA” Pada Lansia

FK Universitas Jenderal A. Yani Mengadakan Kegiatan Pengabdian Masyarakat “PEDULI DEMENSIA” Pada Lansia

(Fakultas Kedokteran) – Bagian Neurologi FK (Fakultas Kedokteran) Universitas Jenderal A. Yani mengadakan kegiatan pemeriksaan fungsi kognitif gratis terhadap lansia. Kegiatan ini merupakan bentuk dari pengmas (pengabdian masyarakat) yang mendapat dukungan dari LPPM Universitas Jenderal A. Yani.  Selain itu, acara ini juga dilaksanakan di Gedung Sutan Dikot Harahap FK Universitas Jenderal A. Yani pada hari Sabtu (13/11).

Salah satu fungsi kognitif manusia yang terpenting adalah fungsi daya ingat atau memori. Pada demensia, gejala utamanya adalah gangguan memori yang disertai dengan gangguan kognitif lain, antara lain gangguan orientasi (contohnya sering tersesat atau tidak tahu jalan pulang), gangguan komunikasi, dan gangguan dalam mengambil keputusan. Akibat gejala demensia tersebut, penderita menjadi tidak dapat mandiri dan perlu bantuan orang lain untuk melakukan aktifitas hariannya sehingga akan menurunkan kualitas hidup penderita dan keluarganya.

Ketua pelaksana pengmas, dr. Yustiani Dikot, Sp.S(K), mengatakan bahwa seringkali pikun dianggap biasa oleh masyarakat pada umumnya, karena merupakan bagian normal dari proses penuaan. Namun seharusnya kita harus lebih waspada akan bahaya terjadinya proses demensia, karena demensia bukan merupakan hal yang normal.  Demensia adalah suatu penyakit gangguan daya ingat yang harus diobati agar tidak bertambah berat. Oleh karena itu, penting sekali melakukan pemeriksaan dasar fungsi kognitif seseorang, agar dapat diketahui apakah orang tersebut berisiko terkena demensia atau tidak. Apabila sudah terkena demensia, maka harus dilakukan tatalaksana secara komprehensif untuk mencegah kemunduran dan meningkatkan kualitas hidup orang dengan demensia beserta keluarganya.

Kegiatan pemeriksaan fungsi kognitif ini dimulai pukul 08.00 WIB dan peserta yang diperiksa sebanyak 24 orang.  Dokter muda FK Universitas Jenderal A. Yani juga dilibatkan dalam melakukan pemeriksaan fungsi kognitif MMSE, Trail Making Test, dan Clock Drawing Test.

Setelah diperiksa, hasil yang didapatkan dikonsultasikan kepada dokter ahli saraf. Dari 24 orang yang datang, terdapat 12 orang yang memiliki gangguan fungsi kognitif derajat sedang. Hal ini tentunya menjadi perhatian kita, bahwa separuh dari peserta mengalami gangguan fungsi kognitif, yang bila tidak ditatalaksana sejak dini, kemungkinan besar akan mengalami kemunduran.

Seluruh peserta diedukasi pada saat konsultasi tentang pentingnya menjaga pola hidup dan aktivitas yang sehat agar fungsi kognitif tetap terjaga dan tidak mengalami kemunduran. Harapan setelah diadakan kegiatan ini, masyarakat dapat lebih waspada terhadap kemunduran fungsi kognitif dan segera memeriksakan dirinya bila mengalami keluhan fungsi kognitif, seperti gangguan memori.

 

Sumber: Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal A. Yani

Editor: M. Ismail

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *