FK Universitas Jenderal A. Yani Mengadakan Pengmas Secara Virtual, Bahas Stunting dan Hubungan Dengan Status Gizi Pada Anak

FK Universitas Jenderal A. Yani Mengadakan Pengmas Secara Virtual, Bahas Stunting dan Hubungan Dengan Status Gizi Pada Anak

(Humas Unjani) – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Jenderal A. Yani kembali mengadakan acara Webinar dalam rangka Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) dengan tema “Mengenal Stunting pada Anak dan Hubungan dengan Status Gizi pada Anak”. Acara ini dilaksanakan secara online melalui Zoom Meeting dan dilakukan pada hari Sabtu (13/11).

Kegiatan webinar ini menghadirkan dua pembicara, yaitu: dr. Elly Noer Rochmah, M.Kes., Sp.A. (Dosen FK Universitas Jenderal A. Yani dan juga Dokter Spesialis Anak di beberapa RS di Bandung) dan dr. Salli Fitriyanti, M.Gizi, Sp.GK. (Spesialis gizi klinik di Klinik Jaya Sentosa Bandung).

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FK Universitas Jenderal A. Yani, Dr. Sutrisno, dr., SH., MARS., MH.Kes dan dipandu oleh host/MC dr. Iis Inayati Rakhmat, M.Kes. Sesi pemaparan materi dan diskusi dipimpin oleh moderator yaitu Khomaini Hasan, S.Si., Ph.D dari Laboratorium Biokimia FK Universitas Jenderal A. Yani.

dr. Elly Noer Rochmah, M.Kes, Sp.A. mencerahkan para peserta berkaitan “Apa yang Harus Orang Tua Ketahui Mengenai Stunting”. Menurut dr. Elly, dampak dari stunting yaitu kemampuan membaca anak stunting lebih rendah dibandingkan anak normal. Pada saat dewasa, produktivitas anak stunting lebih rendah juga disbanding dengan anak normal (Martorell 2010). Selain itu, dampak lainnya adalah mengalami keterlambatan perkembangan mental dan motoric. Kemudian akan membatasi kapasitas kerja akibat adanya reduksi masa otot dan meningkatnya resiko kandungan pada Wanita (Senbanjo 2011).

Materi kedua disampaikan oleh dr. Salli Fitriyanti, M.Gizi., Sp.GK yang menjelaskan mendalam dan eksploratif mengenai “Hubungan Kasus Asupan Gizi dan Kejadian Stunting”. Berdasarkann paparan dr. Salli, terdapat beberapa poin penyebab terjadinya stunting. Poin-poin tersebut yakni kurangnya asupan makanan atau kualitas makanan tidak baik, status nutrisi ibu selama kehamilan, pola asuh, infeksi berulang, sosio-ekonomi, dan lingkungan. Mencegah stunting kuncinya ada pada 1000 hari pertama kehidupan. Poinnya adalah memberikan ASI eksklusif selamma 6 bulan, beri makan pendamping ASI pada usia 6 – 24 bulan, lakukan pemeriksaan dan monitoring status gizi anak secara reguler, pemberian makan pada anak harus bervariasi, pemberian edukasi nutrisi pada ibu dan keluarga, serta sediakan makanan yang cukup dan berkualitas untuk ibu hamil dan menyusui.

Peserta webinar sangat antusias denga materi yang disampaikan oleh kedua pembicara, banyak pertanyaan yang diajukan terutama berkaitan dengan anak-anak yang menurut mereka terlihat lebih kecil dibandingkan dengan sebayanya. Dalam webinar ini dibahas juga tentang peranan Yodium sebagai mineral yang sangat penting untuk mengatasi dan bahkan mencegah stunting pada anak.

Diskusi berjalan dengan dinamis dipandu oleh moderator dan acara kemudian diakhiri dengan pengumuman pemenang door prize yang disampaikan oleh MC dan acara serta sesi foto bersama.

 

Editor: M. Ismail

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *