Peringati Bulan Kesehatan Gigi Nasional, FKG dan RSGM Universitas Jenderal A. Yani Mengadakan Webinar

Peringati Bulan Kesehatan Gigi Nasional, FKG dan RSGM Universitas Jenderal A. Yani Mengadakan Webinar

(Humas Unjani) – Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) dan Rumah Sakit Gigi & Mulut (RSGM) Universitas Jenderal A. Yani, mengadakan webinar dalam rangka Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN). Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting pada hari Kamis (18/11) pagi.

Pada webinar ini, terdapat dua sesi yang masing-masing sesi diisi oleh narasumber yang kompeten di bidangnya. Sesi pertama, dimoderatorkan oleh Florence Meliawaty, drg., Sp.BM, M.Kes dan materi disampaikan oleh Henri Hartman, drg., Sp.KGA.

Pada sesi pertama, drg. Henri membahas Pediatric Dental Patient Management After Covid-19 Say Hi To Us!. Dalam penyampaiannya, apa yang terjadi pada tahun 2019 yakni terdapat dua isu, permasalahan sampah dan perubahan iklim. Lalu, di akhir 2019 tepatnya di Kota Wuhan, China, muncul virus Covid-19 yang saat ini menjadi pandemi di dunia. Akibat dari pandemi Covid-19, pada bulan Maret 2020 operasional Dokter Gigi ditunda terlebih dahulu kecuali apabila ada emergensi. Pada bulan Mei 2020, Dokter Gigi sudah mulai bisa beroperasi kembali tetapi dengan persyaratan yang ketat. drg. Henri juga menyampaikan, berdasarkan data dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), sebanyak 39 Dokter Gigi meninggal akibat terpapar Covid-19. Hingga bulan Februari 2021, tercatat sebanyak 396 Dokter Gigi telah terpapar virus tersebut.

Sesi berikutnya, webinar dimoderatorkan oleh Buyung Nazeli, drg., MARS., dan diisi oleh narasumber dari tenaga kesehatan TNI Angkatan Udara, Kolonel Kes. drg. Linawati, MH.Kes, AIFO-K. Pada kesempatan ini, drg. Linawati membahas The Effect of Hypobaric in Military Dentistry. Lebih lanjut drg. Linawati menjelaskan, hypobaric adalah kondisi perubahan lingkungan yang terjadi selama di ketinggian meliputi perubahan tekanan udara, suhu, dan suplai oksigen. Dalam paparannya, drg. Linawati juga menjelaskan efek dari hipoksia hipobarik dapat menjadi fatal apabila tidak disadari dan tidak ditangani dengan baik. Efek-efek tersebut diantaranya penurunan oxygen, gangguan konsentrasi, dan yang lainnya. Selanjutnya, drg. Linawati juga menjelaskan tentang kasus-kasus dan aerodontalgia.

Pada akhir acara, terdapat pemberian doorprize bagi peserta dan setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan foto bersama. Webinar berjalan dengan baik dan lancar, serta diikuti dengan antusias oleh para peserta yang hadir.

 

Penulis: M. Ismail Mangkusubroto

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *