Prodi Hubungan Internasional FISIP Universitas Jenderal A. Yani Mengadakan Bedah Buku Karya Dr. Riant Nugroho

Prodi Hubungan Internasional FISIP Universitas Jenderal A. Yani Mengadakan Bedah Buku Karya Dr. Riant Nugroho

(Universitas Jenderal A. Yani) – Pada hari Jumat (26/11), Prodi (Program Studi) HI (Hubungan Internasional) FISIP Universitas Jenderal A. Yani melaksanakan kegiatan bedah buku. Acara ini dilaksanakan secara hybrid melalui aplikasi Zoom Meeting dan terpusat di Ruang Multimedia Gedung Jenderal TNI Mulyono FISIP Universitas Jenderal A. Yani. Kegiatan ini merupakan bedah buku karya dosen FISIP Universitas Jenderal A. Yani, Dr. Riant Nugroho, M.Si yang berjudul Foreign Policy – Menuju Kebijakan Luar Negeri Level 4.

Kegiatan ini dimoderatorkan oleh Sekretaris Prodi HI, Dr. Yusep Ginanjar, S.IP., M.Si. Pembicara dalam acara ini yaitu Dr. Riant Nugroho, M.Si, dan penanggap yakni Prof. Drs. A. A. Banyu Perwita, M.A., Ph.D (Guru Besar Bidang HI – Universitas Pertahanan Indonesia).

Acara dimulai dengan laporan dari Ketua Prodi HI, Yuswari O. Djemat, Drs., MA. dan dibuka secara resmi oleh Dekan FISIP Universitas Jenderal A. Yani, Dr. Agus Subagyo, S.IP., M.Si. Selain itu, dalam kesempatan ini, hadir juga Wakil Dekan I dan Wakil Dekan III FISIP Universitas Jenderal A. Yani.

Selanjutnya, masuk ke dalam acara inti yaitu bedah buku. Menurut Dr. Riant Nugroho, sebagai negara besar, semua kebijakan publik Indonesia seharusnya telah menjadi kebijakan luar negeri. Bahkan menjadi kebijakan internasional. Namun, kita mungkin belum memikirkan hingga sampai titik tersebut. Beliau juga menyampaikan bahwa terdapat tiga jenis mode dalam praktek hubungan internnasional. Ketiga jenis tersebut yaitu regulator, negosiator, dan diplomator.

Sebagai penanggap, Prof. A. A. Banyu Perwita juga menyampaikan tanggapannya. Menurut beliau, terdapat tiga hal dalam analisa kebijakan luar negeri. Pertama, memahami dan mengaplikasikan isu global terkini. Kedua, memahami geografi. Dengan begitu, kita dapat mengetahui dimana ada suatu kejadian. Ketiga, memahami teori kebijakan luar negeri yang menuntun kita terhadap pengambilan keputusan. Selanjutnya, masih menurut Prof. A. A. Banyu, fokus dari kebijakan luar negeri meliputi aktor, isu, kawasan spesifik, forum global, dan kombinasi. Beliau juga percaya bahwa kebijakan luar negeri ditentukan oleh banyak faktor. Menurutnya, dua faktor penting yaitu power atau kekuatan, dan instrumen yang dimiliki oleh negara tersebut.

Kegiatan berlangsung dengan baik dan lancar. Terjadi komunikasi antara peserta dan pemateri, dengan begitu acara berlangsung dengan interaktif.

 

(M. Ismail)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *