FK Universitas Jenderal Achmad Yani dan Kesdam III/Siliwangi Gelar Webinar Sindroma Metabolik

FK Universitas Jenderal Achmad Yani dan Kesdam III/Siliwangi Gelar Webinar Sindroma Metabolik

(Universitas Jenderal A. Yani) – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Jenderal Achmad Yani bersama Kesehatan Daerah Militer (Kesdam) III/Siliwangi menyelenggarakan webinar untuk para anggota TNI AD dan Persatuan Istri Tentara (Persit) di lingkungan Kesdam III/Siliwangi. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu (11/12) pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 12.00 WIB.

Kegiatan webinar ini merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh Tim Pengabdian Masyarakat FK Universitas Jenderal Achmad Yani yang mendapatkan dukungan dari Kepala Kesdam III/Siliwangi Kolonel CKM. dr. Khairulsyah., MARS dan juga LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani.

Dekan FK Universitas Jenderal Achmad Yani, Brigjen TNI (Purn). Dr. Sutrisno, dr., SH., MARS., MH.Kes menyatakan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Kepala Kesdam III/Siliwangi yang telah menyambut baik dan memberi dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan ini. Dan menghimbau para anggota TNI AD dan Persit di lingkungan Kesdam III/Siliwangi untuk ikut menghadiri webinar tersebut.

Tim Pengabdian Masyarakat FK Universitas Jenderal Achmad Yani diketuai oleh Hendri Priyadi, dr., M.Kes., M.Pd.Ked., Sp.PD. bersama staf dosen dan dokter muda FK Universitas Jenderal Achmad Yani menyelenggarakan webinar tentang Sindroma Metabolik untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta tentang penyakit tersebut.

Sindrom metabolik seringkali dihubungkan dengan peningkatan risiko perkembangan aterosklerosis pada penyakit kardiovaskuler. Prevalensi sindrom metabolik bervariasi di seluruh dunia dan sering kali berhubungan dengan prevalensi obesitas. Terdapat variasi yang luas dalam prevalensi berdasarkan usia, jenis kelamin, ras / etnis, dan kriteria yang digunakan untuk diagnosis. Banyak faktor dan mekanisme yang berkontribusi pada kejadian penyakit ini, termasuk resistensi insulin, disfungsi jaringan adiposa, peradangan kronis, stres oksidatif, gangguan sirkadian, mikrobiota, faktor genetik, dan lain-lain.

Prevalensi obesitas cenderung lebih tinggi di perkotaan dibandingkan perdesaan dan lebih dominan pada kelompok penduduk dewasa yang berpendidikan lebih tinggi, bekerja sebagai PNS/TNI/Polri/Pegawai, dan memiliki pendapatan lebih tinggi. Modifikasi gaya hidup sangat penting dalam pengelolaan faktor risiko yang mendasarinya.

Materi yang dipaparkan dalam webinar antara lain tentang “Apa Itu Sindroma Metabolik”, yang disampaikan oleh Kolonel CKM dr. Jusron Iriawan, Sp.PD., FINASIM, yang saat ini juga menjabat sebagai KaKesdam IX/Udayana. Selanjutnya pemaparan materi dilanjutkan dengan topik tentang “Diabetes Mellitus” oleh Hendri Priyadi, dr., MKes., M.Pd.Ked., Sp.PD. dan “Perlemakan Hati” oleh Teja Koswara, dr., Sp.PA.

Pada sesi berikutnya dipaparkan juga materi tentang “Manfaat Olahraga” oleh Apen Apgani, dr., M,Kes., Sp.PD. dan “Diet Pada Sindroma Metabolik” oleh Dinar Mutiara, dr., M.Kes. Seluruh pemateri pada kegiatan webinar ini merupakan staf pengajar FK Universitas Jenderal A. Yani. Kegiatan ini dilaksanakan secara online yang dapat diakses melalui link zoom dan youtube,dan diikuti oleh sekitar 470 anggota TNI AD dan Persit Kesdam III/Siliwangi, yang antusias mengikuti kegiatan hingga acara berakhir.

Kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya anggota TNI AD dan keluarganya, sehingga tergerak untuk meningkatkan pola hidup yang sehat, dan juga dapat menyebarkan pengetahuannya kepada masyarakat di lingkungan sekitarnya, sebagai upaya pencegahan penyakit yang pada akhirnya mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

 

Sumber: FK Universitas Jenderal A. Yani

Editor: M. Ismail

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *