Universitas Jenderal Achmad Yani Adakan Sosialisasi Pedoman Operasional Penilaian Angka Kredit Kenaikan Jabatan Akademik

Universitas Jenderal Achmad Yani Adakan Sosialisasi Pedoman Operasional Penilaian Angka Kredit Kenaikan Jabatan Akademik

(Universitas Jenderal A. Yani) – Guna menyamakan persepsi antar dosen, Universitas Jenderal Achmad Yani mengadakan Sosialisasi Pedoman Operasional Penilaian Angka Kredit Kenaikan Jabatan Akademik atau Pangkat Dosen pada hari Jumat (17/12) di Ruang Simulasi PBB, Gedung FISIP Universitas Jenderal Achmad Yani. Acara ini dihadiri oleh Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani, Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M., Ph.D., Wakil Rektor II Universitas Jenderal Achmad Yani, Dr. Asep Kurniawan, S.E., M.T., ASCA., CHRA., Kepala Pusat LPPM, Ka. SPM, Ka. SPI, para Dekan tiap fakultas, para Wakil Dekan III, Sub Koordinator Pendidik dan Tenaga Kependidikan LLDIKTI Wilayah IV, Gina Indriani, S.Si., M.T., dan Admin JAD LLDIKTI Wilayah IV, Lenya Agustina, S.E., serta para dosen yang hadir secara virtual melalui Zoom Meeting.

Dalam lapoannya, Sekretaris TPAK, Dr. Veronika Santi Paramita, S.E., M.Si. melaporkan bahwa sesuai arahan Wakil Rektor I dan II, tim TPAK Universitas dituntut untuk melakukan percepatan peningkatan jabatan fungsional dosen-dosen di lingkungan Universitas Jenderal Achmad Yani dengan tahap-tahap yang dilakukan. Antara lain memperbaiki sistem internal serta penyamaan persepsi tim teknis terkait dokumen apa saja yang disiapkan.

“Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan kita memiliki persepsi yang sama terkait langkah apa saja yang dilakukan, dokumen apa saja yang disiapkan, supaya usulan jabatan fungsional dari dosen-dosen pengusul Universitas Jenderal Achmad Yani bisa berjalan dengan baik. Terhitung mulai tanggal 30 November 2021, Universitas Jenderal Achmad Yani telah mengusulkan 99 usulan dengan 76 usulan dalam proses,” ujar Dr. Veronika.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani, Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M., Ph.D. menyampaikan sambutannya, bahwa jabatan fungsional ini dirasa masih bermasalah karena jika dilihat, jabatan fungsional masih seperti piramida yang bawahnya masih besar, dalam artian masih banyak asisten ahli bahkan dosen tetap yang belum mengurus jabatan fungsionalnya. Ini tentu menjadi permasalahan bagi universitas, terlebih lagi jumlah lektor yang semakin berkurang, Lektor Kepala, bahkan Guru Besar yang lahir dari Universitas Jenderal Achmad Yani.

“Peningkatan jabatan fungsional ini bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri, melainkan kepentingan institusi atau universitas. Demikian juga bagi para dekan untuk mendorong dan memfasilitasi para dosen kita untuk melakukan Tri Dharma Perguruan Tinggi agar benar-benar institusi kita ini banyak guru besarnya, lektor kepalanya, lektornya,” tutur Rektor Hikmahanto. Rektor pun menyampaikan harapannya bahwa dalam rentang waktu hingga tahun 2024 yang merupakan masa akhir jabatannya, beliau ingin ada guru besar yang lahir di masa kepemimpinannya.

Masuk ke sesi penyampaian materi oleh Sub Koordinator Pendidik dan Tenaga Kependidikan LLDIKTI Wilayah IV, Gina Indriani, S.Si., M.T., berdasarkan harapan dari Universitas Jenderal Achmad Yani yang ingin memperbanyak Lektor Kepala dan Guru Besar, mekanisme penilaiannya pun tentu akan lebih panjang dengan usulan akhir ke DIKTI dan batas usia 64 tahun. Selain itu, dalam sosialisasi ini disampaikan pula terkait jenis-jenis jabatan akademik dosen, kewajiban khusus yang perlu dipenuhi dalam waktu 3 tahun, juga syarat administrasi.

 

Penulis: Salsabyla Fitrian Shidiq (Farmasi 2019)

Editor: M. Ismail

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *