3 Fakultas di Universitas Jenderal A. Yani Laksanakan Pengmas Manajemen BUMDes Berbasis ICT

3 Fakultas di Universitas Jenderal A. Yani Laksanakan Pengmas Manajemen BUMDes Berbasis ICT

(Universitas Jenderal A. Yani) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), dan Fakultas Sains dan Informatika (FSI) Universitas Jenderal A. Yani mengadakan pengabdian kepada masyarakat (pengmas). Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu (22/12) secara hybrid melalui aplikasi Zoom Meeting dan di Ruang Simulasi PBB Gedung Jenderal TNI Mulyono FISIP Universitas Jenderal A. Yani. Pada kesempatan ini, pengmas yang dilakukan oleh empat fakultas ini mengusung tema Pelatihan dan Pendampingan Optimalisasi Manajemen BUMDes Berbasis Web ICT di Kabupaten Bandung Barat.

Kegiatan ini merupakan Bantuan Pendanaan Program Penelitian Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Hasil Penelitian Perguruan Tinggi Swasta Tahun 2021.

Acara diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan laporan ketua tim pengmas, Dr. Veronika Santi Paramita, SE., M.Si. “Kegiatan ini diawali dengan pelatihan dan pendampingan secara offline lalu dilanjutkan bersama dosen dengan 165 BUMDes. Kemudian dikasih tempat untuk upload dan website agar meningkatkan produk atau usaha tersebut. Dan puncak dari acara ini pada tanggal 5 Januari 2022 untuk launching bersama Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani,” ujarnya.

Selanjutnya merupakan sambutan dari Kepala Pusat LPPM Universitas Jenderal A. Yani, Dr. Dadan Kurnia S.IP., M.Si. Dalam sambutannya, Dr. Dadan menyampaikan, “Kami bersama dengan pemerintahan membantu untuk seleksi pengabdian masyarakat di daerah Bandung Barat. Bagaimana sebuah Perguruan Tinggi harus merasakan dekat dengan masyarakat dan berhubungan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini dalam bentuk pelatihan berkaitan dengan sistem konsep pemerintahan dengan 165 BUMDes-nya lalu dibantu oleh media lainnya. Agar BUMDes bisa berkembang dan produktivitas dapat meningkat dengan adanya pelatihan ini.”

Kegiatan ini terdiri dari dua sesi, dimana sesi pertama diisi dengan materi bertema Strategi Pengembangan BUMDes oleh empat pemateri, yaitu Dr. Dadan Kurnia S.IP., M.Si., Dr. Veronika Santi Paramita, SE., M.Si., Iing Nurdin, Drs., M.Si., Ph.D, dan Dr. Agustina Setiawan, S.IP., M.Si.

Dari empat pemateri di sesi satu, terdapat beberapa poin antara lain, dengan mengatur adanya otonomi daerah, harus mampu mengelola dan mengurus dari perekonomian masyarakat baik berupa sumber daya usaha maupun sumber daya manusia untuk memiliki dampak yang baik dengan strategi intervensi desa. Adapun beberapa cara umtuk mengintervensi desa, yakni dengan proses kemandirian, mengenal kebutuhan dan masalah, penggalian potensi desa, perencanaan terpadu, peningkatan pendapatan, dan kesejahteraan warga.

BUMDes diperlukan untuk mendorong pembangunan ekonomi desa dan peningkatan kapasitas pemerintas desa menuju kemandirian. Yang diharapkan bagaimana kita mengembangkan perekonomian masyarakat agar menciptakan lapangan pekerjaan. Kemudian manajemen BUMDes dan potensi pengembangannya dapat berasal dari kekayaan desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk kesejahteraan masyarakat desa tersebut. Dan untuk menggerakkan dan menata potensi ekonomi desa dengan cara memperkuat kapasitas masyarakat untuk turut berpatisipasi dari usahanya.

Berikutnya, kegiatan memasuki sesi kedua dyang bertema Pemanfaatan ICT Dalam Pengembangan BUMDes. Narasumber pada sesi kedua ini antara lain Neni Maryani, SE., M.Si., Ak., CA., CPA., CTA, Tania Adialita, SE., MBA., Dr. Vrans Romi, SE., MM., CHRA., Herdi Ashaury, S.Kom., M.T., dan Ibu Zakiyah Nurul Falah.

Dari pembahasan di sesi kedua, terdapat beberapa poin yaitu, sejumlah barang harus dengan ketersedian, agar menjaga kelancaran dari usaha dan dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Tujuannya agar meningkatkan daya produk sesuai dengan kebutuhan yang dibutuhkan dipasaran. Seperti Gen Z menyukai kopi dengan susu dibandingkan kopi hitam. Selain itu, dengan menggunakan ICT, kita dapat memasarkan produk sesuai kebutuhan dimulai dari info produk, harga produk, dan total dari produk yang diperjual-belikan melalui website BUMDes.

 

Penulis: Zahra Rachmawati (Farmasi – 2019)

Editor: M. Ismail

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *