Penerapan Sistem Pendinginan yang Efektif dan Ramah Lingkungan sebagai Upaya Penguatan Aspek Teknis Produksi di UMKM Bengkel Pemesinan di Kecamatan Cipatat

Penerapan Sistem Pendinginan yang Efektif dan Ramah Lingkungan sebagai Upaya Penguatan Aspek Teknis Produksi di UMKM Bengkel Pemesinan di Kecamatan Cipatat

(Universitas Jenderal A. Yani) – Sebagai usaha membantu masyarakat, khususnya masyarakat produktif dalam meningkatkan pendapatannya melalui peningkatan efisiensi dan produktifitas dalam aktivitas produksinya, salah satu kegiatan Tim pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) – Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) menggandeng Forum UMKM Imamah di Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat sebagai mitranya.

Tim pelaksana terdiri dari Dr. Valentina A. Kusumaningtyas, P.Y.M. Wibowo Ndaruhadi, ST., MT., Ph.D dan Frido Saritua Simatupang, SE., MM. Kegiatan yang dilakukan adalah menerapkan sistem pendinginan yang efektif dan ramah lingkungan sebagai upaya penguatan aspek teknis produksi di UMKM bengkel pemesinan. Program kegiatan PKM tersebut dikemas dalam kegiatan yang berjudul ”Penguatan Aspek Teknis Dalam Produksi Sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan / Effisiensi dan Produktivitas UMKM Makanan Dan Bengkel Pemesinan di Kecamatan Cipatat – Kabupaten Bandung Barat” dengan dukungan pendanaan dari Ditjen Dikti Ristek – Kemdikbudristek melalui Bantuan Pendanaan Program Penelitian Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Hasil Penelitian Perguruan Tinggi Swasta Tahun 2021.

Forum UMKM Imamah Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat dibentuk pada tanggal 19 Oktober 2020 atas mandat dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskopukm) Kabupaten Bandung Barat, dimana kepengurusannya ditetapkan melalui Surat Keputusan Camat Cipatat No. 445.8/Kep.40-PMD/2021 pada tanggal 2 November 2021. Melalui Forum ini berbagai UMKM dengan beragam jenis usaha yang berada di wilayah tersebut terwadahi untuk dapat lebih diberdayakan, baik melalui swadaya ataupun bantuan pemerintah, swata maupun masyarakat umum termasuk Perguruan Tinggi. Diantara banyak bidang pelayanan yang ada di Forum tersebut, dua diantaranya dijadikan mitra sasaran, yaitu bidang makanan/kuliner dan bidang jasa (termasuk perbengkelan), dimana Bengkel Bubut Barokah merupakan salah satu anggotanya.

Masalah umum UMKM adalah keterbatasan pengetahuan dan permodalan yang berdampak pada masih rendahnya pendapatan. Begitupun yang terjadi di UMKM yang bernaung dibawah Forum UMKM Imamah, sehingga perlu mendapatkan perhatian dan dukungan agar mereka memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.

Oleh karena itu UNJANI melalui salah satu Tim PKM melalui kegiatannya yang disupport pendanaan oleh Ditjen Dikti Ristek memberikan dukungan dalam aspek teknis produksi dari salah satu anggota Forum UMKM tersebut, yaitu Bengkel Bubut Barokah yang memproduksi secara rutin cetakan (punch & die) tablet maupun kaplet obat dari berbagai konsumen industri farmasi. Data lapangan menunjukan minimnya sarana produksi yang digunakan serta pengetahuan dalam operasional produksi, khususnya terkait dengan teknis pendinginan dalam proses pemesinan yang dilakukan.

Proses pemesinan pada material baja yang digunakan sebagai material produk cetakan dilakukan dengan teknik pendinginan yang seadanya atau bahkan dapat disebut tanpa pendinginan. Wibowo Ndaruhadi, Ph.D sebagai anggota Tim PKM yang mengkoordinir pelaksanaan kegiatan ini mengatakan bahwa kondisi tersebut dapat berakibat pada rendahnya efisiensi dan produktivitas kerja yang dikarenakan cepat tumpulnya pahat yang digunakan sehingga sering dilakukan penggerindaan dan setting ulang pahat. Kondisi yang kurang menguntungkan itu memang dirasakan dan dibenarkan oleh Dedi Supriatna, pengelola sekaligus pemilik bengkel tersebut.

Solusi yang diberikan Tim PKM melalui kegiatan ini adalah dengan diterapkannya sistem pendinginan yang efektif dan juga dianggap ramah lingkungan dalam proses pemesinan yang dilakukan mitra. Cairan pendingin diberikan secara minimal hanya di daerah panas yang timbul karena pemesinan yang dilakukan dan bila diperlukan sehingga efektif dan sedikit dampaknya pada lingkungan. Instalasi sistem dan perangkat pendingin yang efektif dan ramah lingkungan dibuat dan dipasang di lokasi / bengkel mitra oleh Tim PKM.

Beberapa percobaan pemesinan juga dilakukan untuk memberikan perbandingan dan pembuktian kepada mitra terkait dengan penerapan sistem pendinginan yang baru tersebut. Hasil percobaan menunjukan dampak yang positif, yang berarti bahwa keausan pahat lebih lambat sehingga penggerindaan dan setting pahat lebih jarang dilakukan yang berakibat pada batu gerinda yang awet dan waktu produktif yang meningkat. Selain itu dalam percobaan juga dapat ditunjukan pula kualitas kekasaran permukaan produk yang lebih baik sehingga berpotensi pada pengurangan proses pengerjaan produk cetakan yang dibutuhkan.

Oleh karenanya Dedi Supriatna membenarkan penarikan kesimpulan dari kegiatan PKM ini bahwa sistem pendinginan yang efektif dan ramah lingkungan yang diterapkan sebagai upaya penguatan aspek teknis produksi dalam mendukung proses pemesinan yang dilakukan oleh Bengkel Bubut Barokah dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja, sehingga manfaat keekonomian dapat dirasakannya.

 

Sumber: P.Y.M. Wibowo Ndaruhadi, ST., MT., Ph.D (FTM Universitas Jenderal A. Yani)

Editor: M. Ismail/Humas Unjani

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *