Universitas Jenderal Achmad Yani Adakan Webinar Pengaruh Media Sosial dan Progres Bisnis

Universitas Jenderal Achmad Yani Adakan Webinar Pengaruh Media Sosial dan Progres Bisnis

(Universitas Jenderal A. Yani) – Universitas Jenderal Achmad Yani melalui Bidang Kemahasiswaan dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jenderal Achmad Yani menyelenggarakan webinar pada hari Jumat (24/12). Kegiatan ini mengangkat tema “Social Media Affect a Mental Health and The Progress of Bussiness” melalui platform Zoom Meeting.

Acara ini turut dihadiri secara virtual oleh Wakil Rektor III, dr. Dewi Ratih Handayani, M.Kes., Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Arlan Siddha., S.IP., M.A., juga Koordinator Acara, Dr. Mochamad Vrans Romi, SE., M.M., CHRA. Pada webinar kali ini, menghadirkan pembicara, yaitu Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Achmad Yani, Tania Adialita, S.E., M.BA. serta dimoderatori oleh Mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Achmad Yani, Rifqi Ferdiansyah dengan jumlah peserta lebih dari 500 orang.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III, dr. Dewi Ratih Handayani, M.Kes. menyampaikan bahwa sebagai seorang pengguna media sosial, haruslah bijak. Walaupun media sosial sangat memudahkan untuk menyampaikan informasi jarak jauh, namun kita masih sering terlena sehingga berpengaruh terhadap interaksi sosial bahkan berpengaruh terhadap kesehatan mental. Media sosial seharusnya bisa kita manfaatkan untuk peluang bisnis, berbagi ilmu, dan hal positif lainnya.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Mochamad Vrans Romi, SE., M.M., CHRA. selaku dosen pengampu mata kuliah manajemen pelatihan sekaligus koordinator acara webinar kali ini menyampaikan bahwa tujuan diadakannya webinar ini untuk meningkatkan sistem pemeringkatan kemahasiswaan juga untuk peningkatan Universitas Jenderal Achmad Yani.

Masuk ke dalam sesi penyampaian materi oleh Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Achmad Yani, Tania Adialita, S.E., MBA. terkait dampak dari media sosial dengan tujuan untuk menumbuhkan mental yang kuat dalam menggunakan media sosial saat berwirausaha. Sosial media memang memiliki dampak positif dan negatif, namun kata kuncinya adalah dampak positif dan negatif itu dapat kita atur.

Menurut Unicef pada tahun 2020, mental health adalah kondisi dimana batin kita berada dalam keadaan tentram dan tenang, sehingga memungkinkan kita untuk menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain disekitar. Menurut Tania dan bersumber dari Unicef pada tahun 2021, terdapat beberapa gejala mental yang tidak sehat. Gejala tersebut antara lain perubahan sifat, cemas, sering sakit, perubahan pola tidur, dan mood tidak teratur.

Berdasarkan Republika pada ahun 2019, Gen C adalah connected generation atau generasi yang selalu terkoneksi merupakan para pengguna media sosial. Para Gen C, gemar membuat konten, mengkurasi konten, membangun komunitas daring dan intens dengan aktivitas digital, dan rata-rata berusia 15 – 70 tahun.

Media sosial dapat dimanfaatkan dengan 7 cara seperti untuk promosi bisnis, portofolio, menjalin relasi, referensi, informasi valid, inspirasi, dan mengabadikan momen berharga.

Media sosial memiliki potensi mempengaruhi kesehatan mental, namun hal tersebut bergantung pada penggunaannya. Di sisi lain, media sosial juga dapat dimanfaatkan untuk sharing informasi, media promosi, bahkan meningkatkan layanan kesehatan mental yang sudah ada.

 

Penulis: Dzikril Hakim (Hub. Internasional 2020)/Salsabyla Fitrian Shidiq (Farmasi 2019)

Editor: M. Ismail

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *