Support Sistem Keluarga dan Masyarakat Dalam Penanganan ODGJ

Support Sistem Keluarga dan Masyarakat Dalam Penanganan ODGJ

(Universitas Jenderal A. Yani) – Bagian Admisi atau Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Jenderal A. Yani mengadakan webinar perdananya pada awal tahun 2022 dengan mengundang FITKes (Fakultas Ilmu dan Teknologi Kesehatan) dalam webinar yang mengusung judul, Support Sistem Keluarga dan Masyarakat Dalam Penanganan ODGJ di Lingkungan Desa Siaga Sehat Jiwa. Kegiatan webinar dilaksanakan secara online pada hari Sabtu (8/1) pagi melalui aplikasi Zoom Meeting.

Acara diisi oleh tiga narasumber. Ketiga narasumber tersebut yaitu Dr. Budiman, S.Pd, SKM, S.Kep, Ners, M.Kes, MH.Kes. (Wakil Dekan 1 FITKes Universitas Jenderal A. Yani), Ns. Aditya Duta Tirani, M.Kep. (Ketua DPD PPNI Kab. Bandung Barat), dan Khrisna Wisnusakti, S.Kep., Ners., M.Kep. (Dosen Prodi Ners FITKes Universitas Jenderal A. Yani).

Masuk ke acara inti, yakni paparan dari narasumber pertama, Dr. Budiman. Pada kesempatan ini, beliau memaparkan Pengembangan Kota Sehat Dalam Mewujudkan Masyarakat Sehat Lahir dan Batin. Menurut Dr. Budiman, definisi Kota Sehat yaitu kondisi kota atau kabupaten yang bersih, nyaman, aman, dan sehat untuk dihuni penduduk. Kota Sehat dapat dicapai melalui terselenggaranya penerapan beberapa tatanan dan kegiatan yang terintegrasi yang disepakati masyarakat dan pemda (pemerintah daerah).

Masih menurut Dr. Budiman, terdapat sembilan tatanan apabila suatu daerah dikategorikan sebagai Kota Sehat. Dari sembilan aspek, terdapat dua aspek tatanan yang terpenting. Kedua aspek ini adalah kehidupan masyarakat sehat yang mandiri dan kehidupan sosial yang sehat. Sehat secara lahir dan batin dan mengurangi ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa). Penanganan ODGJ dapat ditangani dengan advokasi lintas sektor dan lintas program. Selain itu juga, layanan edukasi dan informasi tentang akses jaminan sosial kesehatan, jaminan layanan kesehatan, jaminan sosial, dan lainnya.

Disela-sela acara, Rektor Universitas Jenderal A. Yani, Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M., Ph.D hadir dan memberikan sambutannya. Dalam sambutannya, Rektor mengatakan, Orang Dengan Gangguan Jiwa ini tentu harus mendapat perhatian. Mendapat perhatian ini tidak bisa secara trial and error. Tidak bisa dengan cara yang tidak professional. Ini harus dilakukan secara professional dan di dalam kampus FITKes, ada pakar-pakar yang bisa memberikan pemahaman terhadap bagaimana kita menangani mereka-mereka yang memiliki gangguan jiwa untuk bisa pulih kembali dan bisa melakukan aktivitas secara normal.

Kegiatan webinar dilanjutkan dengan narasumber kedua, Aditya Duta Tirani, dengan membahas terkait dengan kesehatan jiwa pada masyarakat di masa pandemi Covid-19. Berdasarkan data dari Kemenkes RI, tercatat sebanyak 277 ribu kasus kesehatan jiwa di Indonesia hingga bulan Juni 2020. Kasus kesehatan jiwa mengalami peningkatan dibanding tahun 2019 yang hanya 197 ribu kasus. Selain itu, Aditya membahas situasi kesehatan jiwa saat ini. Menurutnya, kesehatan jiwa mendapatkan prioritas rendah dan gangguan jiwa menimbulkan beban sosial ekonomi, penyebab terbesar adalah disabilitas.

Gangguan jiwa dan masalah kesehatan jiwa merupakan faktor dari suatu penyakit, perilaku merusak, dan malnutrisi dan kemiskinan. Banyak penderita gangguan jiwa tidak mendapat pengobatan karena tidak adanya akses. Selain itu, HAM dari penderita gangguan jiwa juga sering dilanggar seperti dipasung. Dalam pelayanan kesehatan jiwa, terdapat tiga pencegahan yakni pencegahan primer, pencegahan sekunder, dan pencegahan tersier.

Masuk kepada materi ketiga yang dipaparkan oleh Khrisna Wisnusakti dengan menjelaskan tentang dukungan keluarga dan dukungan masyarakat terhadap ODGJ. Menurut Khrisna, dukungan sosial dari lingkungan sekitar baik dari keluarga maupun masyarakat, akan mempengaruhi individu tersebut dalam menghadapi stress dan kecemasan dalam menjalani kehidupan. Individu yang menerima dukungan sosial, akan merasa dirinya dicintai, dihargai, dan merasa dirinya merupakan bagian dari lingkungan sosialnya.

Khrisna juga menjelaskan tentang trend pelayanan ODGJ yang bersumber dari Prof. Suryani, S.Kp., MHSc., Ph.D. Dalam mengatasi gangguan jiwa, trend pelayanan ODGJ sudah bergerak ke arah pemberdayaan individu melalui recovery dari dukungan keluarga, lingkungan, masyarakat, pemerintah, dan tenaga kesehatan. Dibutuhkan pelayanan yang memadai di masyarakat untuk mendukung proses recovery ODGJ. Recovery yang dijalani oleh pasien bukan sekedar untuk pulih, tetapi juga untuk membuat kehidupan orang yang mengalami keterbatasan akibat penyakitnya menjadi lebih berarti.

 

(Ismail M)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *