Serah Terima Sistem Tangki Pemanen Air Hujan Kepada Masyarakat Cipageran

Serah Terima Sistem Tangki Pemanen Air Hujan Kepada Masyarakat Cipageran

(Universitas Jenderal A. Yani) – Pada Tanggal 29 Januari 2022, Dosen Fakultas Teknik Sipil Universitas Jenderal Achmad Yani telah melaksanakan Pengmas (Pengabdian Kepada Masyarakat), Serah Terima Kepada Masyarakat Sistem Tangki Pemanen Air Hujan Program Pemitraan Masyarakat PKM 2022. RW 21 Kelurahan Cipageran, Solusi Kekurangan Air Bersih Dengan Teknologi Memanen Air Hujan Sesuai Standar Air Baku Dan Istalasinya yang diketuai oleh Dr. Ir. Ariani Budi Safarina, MT. dan dua mahasiswi, Rima Pebriani dan Fadhilah Adzani.

Acara tersebut dihadiri oleh masyarakat sekitar beserta RW, Bapak Ateng Setiawan sebagai Ketua Mitra, Bapak Sutejo Ketua RW 21, Ketua RT 02, Ketua RT 04, Bapak Suryana sebagai tim pengelola, Ibu Yayah sebagai pemilik lahan tempat tangki utama RT 04, masyarakat RT 02, masyarakat RT 04 dan wakil dari kelurahan.

Masyarakat menyambut baik dan bahagia adanya kegiatan Pengmas tersebut, karena adanya Penyerahan Tanggi atau Pemanen Air Hujan Masyarakat sekitar terbantu dan mempermudah mendapatkan air bersih karena sebelumnya, warga Cipageran kekurangan air bersih.

Dr. Ariani mengatakan, “Kekurangan air bersih di wilayah Kampung Cileuweung Kelurahan Cipageran adalah masalah yang telah terjadi bertahun tahun. Lokasi wilayah ini pada permukaan dengan lereng curam sehingga air di permukaan lahan mengalir ke hilir tanpa retensi. Masyarakat di Kampung Cileuweung yang mengalami masalah ini adalah warga RW 21 Kelurahan Cipageran. Mata pencaharian masyarakat rata-rata budidaya sayuran dengan kepemilikan tanah sendiri. Karena kondisi kekurangan air bersih, masyarakat mampu bertanam hanya selama musim hujan saja.”

Berkaitan dengan masalah tersebut, Tim Program Kemitraan Masyarakat dari Jurusan Teknik Sipil Universitas Jenderal Achmad Yani memberikan solusi kepada masyarakat mitra untuk mengatasi masalah kekurangan air dengan membuat retensi air hujan bersama, menggunakan Teknologi Memanen Air Hujan. Program ini didanai oleh DRPM Ristekdikti Tahun Anggaran 2021 yang lolos seleksi Kompetitif Nasional Proposal Pengabdian Masyarakat Skema Program kemitraan Masyarakat (PKM).  Konsep dari teknologi ini adalah air hujan yang jatuh di permukaan lereng dan mengalir ke hilir, ditahan di lokasi lokasi tertentu melalui atap rumah kemudian diolah baik secara fisik maupun kimia, kemudian ditampung di tangki penampungan dan didistribusikan. Setelah tangki penampungan penuh maka air dialirkan ke tangki limpasan yang dapat digunakan juga oleh masyarakat. Pada kegiatan ini tangki air digunakan untuk kebutuhan air bersih warga RT 02 dan RT 04 yang berjumlah 56 KK.

Masyarakat sangat kompak dan gotong royong memperbaiki talang rumah untuk menyalurkan air hujan dari atap rumah ke tangki hujan, membersihkan atap rumah yang akan digunakan sebagai media limpasan air hujan, menghibahkan tanahnya untuk lokasi tangki dan membuat tim untuk pemeliharaan tangki selanjutnya seperti membersihkan filter penyaringan secara periodik dan melakukan khlorinasi secara berkala ke dalam tangki utama agar air tangki memenuhi standar air bersih.

Jumlah tangki dan instalasinya yang telah dibangun sebanyak 4 buah tangki dengan total kapasitas 3000 liter. Masyarakat RW 21 Kelurahan Cipageran sangat berterima kasih karena terbantu kebutuhan air bersih mereka dengan tangki air hujan ini.

 

Sumber: Abdul Azis (Staf Teknik Sipil)

Editor: M. Ismail

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *