Universitas Jenderal A. Yani Selenggarakan Webinar Nasional Terkait Kebijakan IHT

Universitas Jenderal A. Yani Selenggarakan Webinar Nasional Terkait Kebijakan IHT

Universitas Jenderal A. Yani – Pada hari Kamis (14/4), Universitas Jenderal A. Yani (Unjani) sukses menggelar Webinar Nasional yang berkaitan dengan Industri Hasil Tembakau (IHT) secara online melalui Zoom Meeting. Webinar ini mengangkat tema Reorientasi Kebijakan IHT kepada Kepentingan Nasional dan Merdeka dari Intervensi Asing dan menghadirkan beberapa narasumber serta penanggap. Selain itu, penyelenggaraan webinar ini juga berkat kerjasama Universitas Jenderal A. Yani dengan GAPPRI (Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia).

Kegiatan ini dimulai pada pukul 09.40 WIB dan dimoderatori oleh Ronny Urban, seorang penyiar radio di Kota Bandung sekaligus juga alumnus dari Universitas Jenderal A. Yani Prodi Ilmu Pemerintahan angkatan tahun 1996. Webinar dimulai dengan laporan kegiatan oleh Ketua Pelaksana, I Wayan Aditya Harikesa, S.IP., M.Si. dan dan dilanjutkan dengan sambutan oleh Wakil Rektor I Universitas Jenderal A. Yani, Dr. Agus Subagyo, S.IP., M.Si.

Dilansir dari Jabarekspres.com, penyelenggaraan webinar nasional ini menunjukkan Unjani senantiasa berkomitmen dalam mengembangkan ilmu pengetahuan berbasis pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang senantiasa adaptif dengan kebaruan ilmu pengetahuan khususnya dalam merespon fenomena sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Tidak hanya itu, lanjutnya, acara juga dalam upaya meningkatkan pengetahuan, kesadaran serta keinginan dalam mereorientasi kebijakan IHT kepada kepentingan nasional dan merdeka dari intervensi asing, dengan target mahasiswa Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) baik S1 maupun S2 dan masyarakat umum sebagai sebagai bentuk edukasi yang lebih luas.

Selanjutnya, paparan disampaikan oleh Henry Najoan selaku Ketua Umum GAPPRI. Menurut Henry, mati hidupnya IHT bergantung pada regulasi dan regulasi yang berkeadilan menjadi kunci bagi IHT untuk tumbuh di Indonesia. Masih menurutnya, tekanan anti tembakau yang mendapat sponsor asing begitu kuat, sehingga kebijakan yang muncul menjadi sangat eksesif dan tidak objektif. Henry juga menyayangkan pemerintah yang selalu menentukan tarif CHT diatas nilai keekonomian.

Seharusnya, dengan mempertimbangkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi, angkanya moderat dalam kondisi pandemi saat ini. Sangat perlu dilakukan pemulihan agar IHT dapat pulih kembali. Harapan GAPPRI terkait dengan hal ini yaitu, pemerintah dapat melakukan strategi extraordinary dalam pemberantasan rokok ilegal, pemerintah tidak melakukan Revisi PP No.109/2012, pemerintah tidak melakukan simplifikasi tarif cukai dan penggabungan SKM – SPM, dan terakhir, pemerintah membuat roadmap IHT yang berkeadilan, dengan melibatkan stakeholder dalam proses penyusunannya.

Sementara itu, dilansir dari Galamedia.pikiran-rakyat.com, Rektor Unjani yang juga sebagai Pakar Hukum Internasional Profesor Hikmahanto Juwana menilai saat ini ada upaya asing dalam mengambil pangsa pasar perokok Indonesia, melalui intervensi revisi Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan (PP 109/2012). “Banyak negara yang ingin ambil pangsa pasar perokok Indonesia, karena Indonesia memiliki pasar perokok yang besar dan banyak negara yang berniat menekan pasar domestik,” paparnya. Selain itu, lanjutnya, Indonesia juga memiliki kemampuan ekspor tembakau dalam jumlah yang besar sehingga banyak negara lain khawatir Indonesia menguasai pangsa pasar perokok secara global. “Sekarang dunia ini sudah tidak lagi berebut wilayah, juga tidak lagi berebut pengaruh. Yang diperebutkan adalah pangsa pasar. Kita harus hati-hati,” tandasnya.

Melalui kegiatan Webinar Nasional ini, diharapkan menjadi wadah penyebaran informasi dan edukasi terkait reorientasi kebijakan publik yang seharusnya tetap mengacu pada kepentingan nasional dan masyarakat umum tanpa adanya intervensi kepentingan asing khususnya kebijakan terkait industri hasil tembakau. Kemudian webinar nasional ini juga menjadi sarana dalam memperdalam pemahaman tentang bagaimana mengimplementasikan kebijakan publik yang bermanfaat untuk kepentingan masyarakat.

Webinar Nasional berjalan dengan baik dan lancar. Kegiatan diakhiri dan ditutup dengan foto bersama lalu pemberian plakat dan sertifikat kepada moderator. Selain itu juga, diberikan kepada para narasumber serta penanggap yang hadir.

 

Sumber: Unjani Gelar Webinar Nasional Bertajuk “Reorientasi Kebijakan IHT Kepada Kepentingan Nasional Dan Merdeka Dari Intervensi Asing” (jabarekspres.com)

Banyak Negara Ingin Rebut Pangsa Pasar Perokok Indonesia, Unjani Gelar Webinar Soal Tembakau – Galamedia News (pikiran-rakyat.com)

Editor: M. Ismail

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *