Rektor Universitas Jenderal A. Yani Beri Kuliah Umum Kepada Mahasiswa Universitas Wiralodra

Rektor Universitas Jenderal A. Yani Beri Kuliah Umum Kepada Mahasiswa Universitas Wiralodra

Universitas Jenderal A. Yani – Salah satu wujud dalam mengimplementasikan kerjasama yang telah ditandatangani, Universitas Jenderal A. Yani berkesempatan mengunjungi Universitas Wiralodra, Indramayu, Jawa Barat dalam rangka kuliah umum. Pada kesempatan ini, Rektor Universitas Jenderal A. Yani, Prof. Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M., Ph.D menyampaikan kuliah umum kepada para mahasiswa-mahasiswi Universitas Wiralodra dengan judul Peran Diplomasi Indonesia Dalam Konflik Rusia Dengan Ukraina Dan Pengaruhnya Terhadap Presidensi Indonesia Dalam G20.

Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Auditorium Gedung Rektorat Universitas Wiralodra pada hari Senin (27/6) dan dihadiri oleh mahasiswa – mahasiswi dari berbagai fakultas secara hybrid. Diawali dengan sambutan dari Rektor Universitas Wiralodra, Dr. Ujang Suratno, S.H., M.Si., beliau menyampaikan bahwa acara ini merupakan kelanjutan dari MoU antara Universitas Jenderal A. Yani dengan Universitas Wiralodra yang telah dilakukan di beberapa bulan sebelumnya. Beliau juga menambahkan bahwa kuliah umum ini bukan saja menandai mulainya kerjasama kita, tetapi juga persahabatan kita. Menurutnya, Universitas Jenderal A. Yani selalu menjadi contoh bagi Universitas Wiralodra dalam pertumbuhan sebagai universitas swasta.

Setelah sambutan dan dibuka oleh Rektor Universitas Wiralodra, kegiatan masuk ke bagian inti yaitu kuliah umum yang disampaikan oleh Rektor Universitas Jenderal A. Yani. Jalannya acara juga dimoderatori oleh Wakil Dekan FISIP Universitas Wiralodra, Iman Soleh, S.IP., M.Si. Dalam menyampaikan materi kuliah umum, Prof. Hikmahanto Juwana menyampaikan ada empat hal mengapa Indonesia mengambil sikap dalam konflik Rusia – Ukraina. Menurutnya, Indonesia sebagai Presiden G20 berinisiatif untuk menciptakan perdamaian dan menghentikan tragedi kemanusiaan di Ukraina. Hal ini lantaran perang di Ukraina merugikan dan menyangsarakan banyak pihak, termasuk negara-negara yang tidak berkonflik.

Selain itu, disampaikan juga bahwa Indonesia ingin selalu ikut dalam menjaga ketertiban dunia sebagaimana yang diamanahkan oleh Undang-Undang Dasar 1945. Ketiga, Indonesia berpegang teguh pada politik luar negeri bebas aktif, dimana keberpihakan Indonesia dalam konflik Rusia – Ukraina yaitu pada perdamaian dunia dan mengakhiri tragedi kemanusiaan. Terakhir yaitu menyampaikan rencana kunjungan Presiden Indonesia. Kunjungan ini juga dilakukan dalam mencari tahu dan mendalami hal-hal yang dapat disepakati oleh Rusia dan Ukraina agar tercipta gencatan senjata.

Dalam menutup kuliah umumnya, Prof. Hikmahanto menyampaikan pesan – pesan bagi mahasiswa Universitas Wiralodra. Pertama, agar senantiasa selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kedua, selalu memiliki tekad dalam membesarkan bangsa dan negara.  Terakhir, jangan pernah mengkhianati restu dari orang-orang terkasih dalam hidup kita.

 

Penulis: M. Ismail & Salma F. (Manajemen 2021)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *