LSP Universitas Jenderal A. Yani Menuju Lisensi BNSP

LSP Universitas Jenderal A. Yani Menuju Lisensi BNSP

Universitas Jenderal A. Yani – Guna membangun Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang berlisensi BNSP, LSP Universitas Jenderal A. Yani melakukan paparan yang bertempat di Smart Meeting Room Gedung Rektorat Universitas Jenderal A. Yani. Kegiatan ini berlangsung melalui sambungan Zoom Meeting pada hari Rabu (29/6) dan dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor I, Kepala Pusat SPM, Ketua LSP dan jajarannya.

Dalam paparan yang disampaikan oleh Ketua LSP, Renaldo Benarrivo, S.IP., M.Hub.Int., LSP Universitas Jenderal A. Yani didirikan pada tahun 2021 dan lembaga ini direncanakan memiliki 10 skema dan 24 asesor di tahun 2022. Ujian Kompetensi terhadap mahasiswa dan mahasiswi Universitas Jenderal A. Yani akan dilaksanakan dengan menyesuaikan periode kelulusan. LSP Universitas Jenderal A. Yani juga memiliki legalitas sesuai dengan Keputusan Rektor Unjani Nomor: Skep/465/Unjani/XII/2021 tanggal 28 Desember 2021 tentang Pendirian Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Jenderal A. Yani.

Untuk standar kompetensi yang menjadi acuan, yaitu SKKNI yang merupakan rumusan kemampuan kerja yang meliputi aspek Pengetahuan, Keterampilan atau Keahlian, dan Sikap Kerja. Ruang lingkup skema yang dipaparkan oleh LSP Universitas Jenderal A. Yani memiliki 10 poin yaitu K3 Umum, Junior Web Programmer, Kewirausahaan Industri, Public Relations Officer, Dokter Kesehatan Kerja Pratama, Pelaksanaan Rekruitmen, Pengobatan Tradisional Ramuan, Pengoperasian Mesin Mekanik, Dokter Perusahaan, dan Rohaniawan Rumah Sakit.

Hasil yang didapatkan setelah paparan ini yaitu, menurut BNSP, LSP Universitas Jenderal A. Yani sudah sesuai terkait dengan penamaan, komitmen, dan ketentuan-ketentuannya. BNSP juga meminta agar LSP Universitas Jenderal A. Yani menyiapkan minimum satu skema dan dua asesornya.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *